Breaking News
Selasa, 14 April 2026

BATAM TERKINI

Makam Banjir saat Musim Hujan, Pengelola TPU Sei Temiang Batam Panen Komplain 

Pengelola pemakaman umum di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang Batam kebanjiran komplain selama musim hujan ini. 

Penulis: Beres Lumbantobing |
TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Kuburan di TPU Sei Temiang Batam terendam banjir akibat diguyur hujan. Pengelola pemakaman umum di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang Batam kebanjiran komplain selama musim hujan ini.  

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pengelola pemakaman umum di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang Batam kebanjiran komplain selama musim hujan ini. 

Banyak ahli waris yang keberatan karena kuburan keluarga atau kerabat mereka digenangi air hampir sepanjang waktu. 

Komplain ini datang dari ahli waris yang lokasi pemakamannya berada di lokasi rawa-rawa yang ditimbun dekat pemakaman Covid-19.

Lokasi ini merupakan lokasi pemakaman tambahan yang diolah pengelola untuk mengantisipasi keterbatasan lahan.

Belakangan muncul persoalan sebab selama musim hujan, air selalu menggenangi lokasi makam ataupun lahan di sekitar lokasi makam. 

"Ya namanya rawa-rawa jadi tergenang air. Kuburan baru kalau digali memang sudah ada airnya. Jadi serba salah kami. Lahan yang ada cuma di situ. Tak ada lagi lahan lain selain lahan Covid-19 itu," ujar Sekretaris Yayasan Khairul Umma Madani Zailani, selalu pengelolah pemakaman umat Muslim di TPU Seitemiang, Rabu (14/9/2022).

Seperti yang diketahui TPU Seitemiang sudah cukup lama kehabisan lahan pemakaman.

Baca juga: Dua Nelayan Natuna Ditangkap APM Malaysia Gegara Tangkap Ikan sampai ke Negeri Jiran

Berbagai upaya mengatasinya sudah dilakukan termasuk menerapkan sistem sisip di lokasi makam yang sudah ada. 

Namun upaya-upaya ini tetap tak membantu sebab lahan di sana sudah habis terpakai semuanya.

Pengelola diizinkan untuk mengolah lokasi rawa-rawa di dekat pemakaman Covid-19 untuk terus melayani proses pemakaman hingga saat ini. 

Namun, ada banyak kendala yang dihadapi pengelola.

Selain kekurangan anggaran untuk menimbun semua lahan rawa-rawa tadi, faktor alam juga memperburuk keadaan.

Musim hujan yang berkepanjangan sebab lahan pemakaman tambahan ini digenangi air. 

Harapan pengelola untuk mengatasi masalah tersebut adalah lahan pemakaman Covid-19.

Lahan pemakaman Covid-19 yang cukup luas diharapakan segera dialihkan untuk pemakaman umum. 

"Itu saja harapan kita saat ini. Kita coba koordinasi dengan Pemko Batam supaya lahan Covid-19 itu bisa dialihkan untuk pemakaman umum. Kasian orang yang meninggal kalau harus dimakamkan di lokasi yang digenangi air itu," tutur Zailani. (TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)

 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved