Breaking News:

DISKOMINFOTIK ANAMBAS

Pemkab Anambas Kembali Dorong Program Gerbangdutas ke Pusat, Sempat Terkendala Pandemi

Kepala BPPD Anambas Redo sebut, Pemkab telah berkoodinasi ke pusat terkait anggaran program gerbangdutas yang sempat terkendala supaya disalurkan lagi

tribunbatam.id/istimewa
Kepala Badan Pengelola Perbatasan (BPPD) Anambas, Redo L.F Grav. Pemkab Anambas dorong pusat agar menyalurkan kembali anggaran untuk program gerbangdutas 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas kembali mendorong pencanangan program gerbangdutas wilayah perbatasan kepada pemerintah pusat.

Satu di antara program gerbangdutas yang diharapkan, yakni bantuan revitalisasi 10 kantor desa yang sebelumnya telah dicanangkan pada tahun 2020 silam.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Pengelola Perbatasan (BPPD) Anambas, Redo L.F Grav, Kamis (15/9/2022) kepada Tribunbatam.id.

Redo mengatakan, tindak lanjut dari upaya itu, Pemkab Anambas telah berkoordinasi dan meminta kepada BNPP dan Kemendagri agar menyurati Kementerian Keuangan guna menyalurkan kembali anggaran tersebut.

"Alhamdulillah respons atau tindaklanjut dari BNPP bersama Kemendagri, menyurati Kementerian Keuangan agar blokir akibat recofushing itu bisa kembali disalurkan ke pemerintah daerah," ucapnya.

Atas wacana itu, Redo mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjutinya dengan berkunjung kembali ke Kementerian Keuangan guna memastikan penyaluran anggaran tersebut.

"Mungkin secepatnya Pak Bupati dan saya akan ke Jakarta untuk menanyai kelanjutan program itu. Apakah anggarannya masuk di perubahan ini atau seperti apa. Tentu kita berharap lebih cepat lebih baiklah," sebutnya.

Baca juga: Bupati Anambas Resmikan Gedung BUMDes Gunung Samak di Desa Tarempa Selatan

Disinggung terkait banyaknya bantuan revitalisasi kantor desa apakah masih dengan jumlah yang sama, Redo mengaku tak tahu pasti dan memilih menunggu keputusan dari pusat.

"Untuk itu belum bisa kita pastikan, karena nanti kita melihat kemampuan keuangan pusat dulu. Tapi kita berharap 10 desa itu tidak bergeser," jelasnya.

Redo kembali menjelaskan, sebelumnya pada pencanangan gerbangdutas tahun 2020, penyerahan simbolis revitalisasi desa telah dilakukan oleh pusat.

Namun akibat wabah Covid-19, berdampak pada recofushing anggaran, baik pusat maupun daerah. Sehingga bantuan revitalisasi 10 kantor desa yang direncanakan dibangun berkurang menjadi 6 dan berakhir hilang.

"Nah setelah tahun 2022 saya baru dilantik, Pak Bupati meminta saya untuk menanyakan kembali sejauh mana progres bantuan gerbangdutas dan program revitalisasi kantor desa tersebut," pungkasnya.

(Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved