Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

Jelang Relokasi Pedagang Pasar Baru Tanjungpinang, Ini Penjelasan Disdagin

Relokasi pedagang Pasar Baru Tanjungpinang oleh Pemerintah Kota (Pemko) melalui OPD-nya akan dilaksanakan pada 20 September 2022.

Penulis: Rahma Tika | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Rahma Tika
Lapak pedagang pasar yang akan ditempati oleh pedagang Pasar Baru Tanjungpinang. Relokasi pedagang pasar ke lokasi ini rencananya akan dilakukan pada 20 September 2020. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Relokasi pedagang Pasar Baru Tanjungpinang tinggal menghitung hari.

Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) rencananya akan merelokasi 550 pedagang pasar pada 20 September 2022.

Sistem cabut undi nomor urut diterapkan Pemko Tanjunginang bagi pedagang yang akan direlokasi.

Ini bertujuan untuk mendapat nomor lapak pedagang yang sudah diundi sebelumnya.

Pencabutan undian ini sendiri dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang.

Baca juga: Relokasi Pedagang Pasar Baru Tanjungpinang Dilakukan Selasa Depan, 20 September 2022

"Ada sekitar 550 pedagang yang berasal dari pedagang pasar baru termasuk pedagang kaki lima (PKL) yang cabut undi hari ini," ucap Kepala Disdagin Kota Tanjungpinang, Riany, Minggu (18/9/2022).

Riany mengungkap dari 550 pedagang itu, 39 pedagang di antaranya mendapatkan lapak yang terletak di Pasar Bintan Center yang berada di bawah naungan BUMD.

"Khusus Pasar Bincen untuk pedagang pakaian, sepatu dan lainnya," kata Riany.

Menurutnya, cabut undi ini dilakukan agar tidak ada pedagang yang memilih-memilih tempat.

"Jadi dari Pemko bersikap tidak ada pilih kasih tentunya berkeadilan," sebutnya.

Ia menambahkan, di pasar yang di Kilometer 7 tepatnya belakang Disdukcapil Tanjungpinang ini akan diakomodir pedagang yang berjualan sayur, bumbu, daging dan komoditas lainnya.

Baca juga: Relokasi Pedagang Pasar Baru Tanjungpinang, Surat Perjanjian Jadi Prioritas

“Pasar ini akan diresmikan pada 21 September 2022 mendatang,“ jelasnya.

Riany menyebutkan, pedagang yang pindah ke pasar sementara Kilometer 7 ini merupakan pedagang yang betul-betul berjualan.

"Pedagang yang berjualan kita akomodir, tapi yang punya Surat Perjanjian (SP) tak berjualan tidak diakomodir, kami sudah lakukan pendataan sebelumnya," tukasnya.(TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved