Breaking News:

UMKM

Kisah Belwika dan Rohani Pinjam KUR ke BNI Kembangkan Kerupuk Ikan Khas Palembang di Batam

Kisah Belwika dan Rohani mengembangkan kerupuk ikan Cap Tiga Bintang dengan Pinjam KUR ke Bank BNI Batam

Penulis: Aminudin | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM/AMINUDIN
USAHA KERUPUK IKAN - Karyawan kerupuk ikan khas Palembang Cap Bintang Terang sedang mengemas dan menjual kerupuk di Jalan Kavling Nato Berseri Blok A4 Nomor 43, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Selasa (13/9) siang. 

"Kerupuk ini punya kelebihan, tidak bikin bosan. Bisa dimakan kapan saja. Apalagi kami membuatnya masih serba manual sehingga cita rasanya terjaga, ulekan bumbunya dilakukan ibu-ibu secara manual dan ikannya juga kami pilih yang sangat segar," kata Rohani.

Selain cita rasanya gurih dan legit, harga per bungkus kerupuk tersebut juga masih terjangkau masyarakat kalangan bawah. Hal itu juga membuat kerupuk ikan Cap Bintang Terang milik Belwika Rohani digemari banyak orang.

Sebenarnya tidak ada niat Belwika dan Rohani untuk membuka usaha kerupuk udang khas Palembang Cap Bintang Terang tersebut.

Rohani selama ini hanya berperan sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan Belwika adalah seorang sales rokok perusahaan rokok nasional.

"Saya selama ini kerja jadi sales rokok, keliling jualan dari oulet ke outlet," kata Belwika.

Niat mereka membuka usaha kerupuk ikan muncul saat ada seorang ibu rumah tangga pekerja kerupuk yang sudah tidak punya suami lagi bercerita bahwa dia akan kehilangan pekerjaannya.

"Jadi ada ibu yang tak lagi punya suami, janda begitu, curhat, bahwa usaha kerupuk tempatnya bekerja selama ini mau dijual sama pemiliknya. Nah, dia sedih akan kehilangan pekerjaannya karena itu satu-satunya sumber nafkah," kenang Rohani.

Tidak lama, ada ibu rumah tangga lagi cerita kepada Rohani bahwa dia tidak bisa membantu lagi suaminya mencari nafkah karena usaha kerupuk ikan di Kaveling Nato mau dijual oleh pemiliknya.

"Dia iseng-isengbilang ke saya, gimana kalau kamu yang beli, biar jangan tutup begitu saja usaha kerupuk itu, siapa tahu nanti rejeki lancar," kata Rohani.

Tersentuh dengan cerita para ibu pekerja kerupuk tersebut, Rohani pun kemudian membicarakan hal itu dengan suaminya. Belwika, sang suami setuju dan memutuskan untuk membeli usaha tersebut dari pemilik lama sekaligus dengan karyawannya yang merupakan ibu-ibu rumah tangga agar mereka tetap bisa bekerja di lokasi.

Namun kendalanya saat itu bagaimana nanti akses permodalan untuk mengembangkan usaha kerupuk ikan tersebut.

"Saya pun tanya-tanya ke teman, disarankan agar ajukan pinjaman KUR ke bank. Kita pilihlah BNI dan disetujui," ujar Rohani.

Kini, ibu rumah tangga pekerja kerupuk Cap Bintang Terang sudah bisa bernapas lega. Karena Belwika dan Rohani membeli usaha tersebut dan mempertahankan mereka sebagai pekerja.

"Jadi, usaha kerupuk ikan ini kami beli dari pemilik awalnya orang Palembang. Dia jual usahanya ini ke kami karena mereka mau pulang ke Bogor, mau menetap di sana," ucap Belwika.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved