Breaking News:

PERSPEKTIF

Musim Angin Utara, Waspadai Pencemaran Minyak di Perairan Batam - Bintan

Pada November hingga Maret, Perairan Batam - Bintan dan sekitarnya sering terkena pencemaran minyak yang tidak diketahui sumber pencemarnya.

HO
Widodo Setiyo Pranowo, Peneliti Ahli Utama Bidang Oseanografi Terapan dan Manajemen Pesisir, pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) 

TRIBUNBATAM.id - Secara umum, interaksi antara laut dan atmosfer di Benua Maritim Indonesia (BMI) dipengaruhi oleh sistem monsun Asia-Australia, dan telekoneksi dari Samudera Hindia - Pasifik.

Sistem monsun Asia - Australia, bagi BMI, secara umum menyebabkan adanya angin monsun barat pada Desember hingga Februari, dan angin monsun timur pada Juni hingga Agustus.

Sedangkan Maret - Mei adalah peralihan angin monsun dari barat ke timur, dan September - November adalah peralihan monsun dari timur ke barat.

Kondisi angin monsun barat untuk BMI tersebut, bagi wilayah Batam, Bintan dan sekitarnya di Provinsi Kepuluan Riau lebih dikenal sebagai musim angin utara.

Pada musim angin utara ini, angin umumnya datang dari arah utara, barat laut, dan timur laut yang dimulai dari November dan berakhir pada Maret.

Pada November hingga Maret, berdasarkan pantauan dari Balai Riset dan Observasi Laut, Pusat Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Kemenkomarves (2015-2020), dan juga pantauan dari Tim Daerah Penanggulangan Tumpahan Minyak Provinsi Kepri (2018-2022), Perairan Batam - Bintan dan sekitarnya sering terkena pencemaran minyak yang tidak diketahui sumber pencemarnya.

Diduga kuat arah datangnya tumpahan/ceceran minyak tersebut terbawa oleh arus yang dibangkitkan oleh angin musim utara.

BMKG dan lembaga meteorologi/klimatologi dari beberapa negara lainnya, meramalkan bahwa dari September 2022 hingga Januari 2023 kemungkinan terjadi La Nina Moderate.

Sehingga bila La Nina moderate terjadi bersamaan dengan musim penghujan Desember 2022 hingga Januari 2023, dikhawatirkan akan menambah volume curah hujan di atas normal.

Berdasarkan ramalan periode musim penghujan tersebut, direkomendasikan agar perusahaan-perusahaan shipyard/dockyard yang beroperasi di wilayah Kepulauan Riau dan di wilayah perairan perbatasan Indonesia-Singapura, mengantisipasi apabila melakukan pembersihan tangki bahan bakar kapal (tank cleaning), sisa minyaknya tidak tercecer jatuh di lantai/tanah, karena akan dengan mudah tergelontor air hujan, yang kemudian terangkut ke laut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved