Breaking News:

BATAM TERKINI

Gelapkan Uang hingga Ratusan Juta, Seorang Pegawai Alfamart di Batam Dibekuk Polisi

Seorang pegawai Alfamart menggelapkan uang ratusan juta hasil penjualan. Kini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

ISTIMEWA
Seorang pegawai Alfamart SPBU Muka Kuning, Sungai Beduk Batam berinisial MAM diamankan aparat kepolisian karena menggelapkan uang milik perusahaan. 

BATAM,  TRIBUNBATAM.id - Seorang pegawai Alfamart SPBU Muka Kuning, Sungai Beduk Batam berinisial MAM terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian. 

MAM yang merupakan mantan asisten kepala toko di Alfamart SPBU Muka Kuning ini dibekuk tim unit Reskrim Polsek Sei Beduk di kawasan Nongsa, Selasa (20/9/2022) pagi.

Bahkan saat ditangkap, MAM tak berkutik. Tangannya langsung diborgol dan dibawa ke kantor Polsek Sei Beduk. 

Kapolsek Sei Beduk AKP Betty Novia mengatakan, penangkapan tersangka berkaitan dengan uang penjualan Alfamart yang digelapkan pelaku pada tahun lalu. 

“Sudah diamankan. Pelaku penggelapan dalam jabatan,” ujar Kapolsek AKP Betty, Selasa (20/9/2022).

Pelaku MAM diduga menggelapkan uang hasil penjualan toko Alfamart hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Ia pun dilaporkan pemilik perusahaan, hingga akhirnya ditetapkan DPO.

Baca juga: PENEMUAN MAYAT DI BATAM, Seorang Pria Tewas di Parit Batuaji, Ini Identitasnya

AKP Betty pun menjelaskan singkat kronologis kejadian itu berawal pada tahun 2021 yakni Jumat (10/9/2022) sekitar pukul 09.00 WIB pelaku MAM melakukan penghitungan uang hasil penjualan barang toko.

Kemudian Pelaku langsung memasukkan uang tersebut dalam Brankas toko untuk selanjutnya dikirim kantor PT Sumber Alfaria Trijaya yang ada di Batam Center.

Seanjutnya sekira pukul jam 22.45 WIB, rekannya H yang ada di bagian penerima uang menelpon pelapornya RT yang merupakan kepala gudang dan mengatakan bahwa uang yang diterimanya yang ada dalam brankas angkanya tidak sesuai. 

Sebab, uang yang di brankas tersebut hanya tersisa Rp 25.360.074 sedangkan laporan hasil penjualan saat itu Rp 100.360.074.

Pada saat itu pelapor mengecek uang hasil penjualan hari Jumat di brankas toko ternyata tidak sesuai dengan rincian penjualan hari itu yang berjumlah Rp 121.451.511 sedangkan uang yang ada di brankas toko hanya Rp 21.440.500.

Tak berhenti disitu, pelapor pun mencari tahu keberadaan Pelaku namun sampai saat ini Pelaku tidak lagi masuk kerja dan tidak dapat dihubungi selanjutnya korban kejadian tersebut diproses.

Akibat kejadian tersebut perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 175.000.000 

Dengan proses penantian yang panjang karena sejak diterima laporan dari pelapor (perusahaan) Jumat tanggal 10 September 2021, maka saat dilakukan penyelidikan perkara dimaksud diketahui bahwa Pelaku sudah melarikan diri di kampung halaman.

Namun tak bersama dikampung halaman, Unit Opsnal Reskrim Polsek Sei-Beduk, mendapat informasi terkait keberadaan pelaku yang tengah berada di daerah kabil kecamatan Nongsa Kota Batam

Tak butuh waktu lama, polisi pun langsung mengamankan tersangka MAM. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan pelaku, ia mengakui telah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan tersebut dengan kerugian perusahaan sebesar Rp 175.000.000. 

Kapolsek Sei Beduk AKP Betty Novia melalui Kanit Reskrim Polsek Sei Beduk IPDA Shigit Sarwo Edhi, mengatakan “terduga  Pelaku MAM  dan barang bukti saat ini telah diamankan di Polsek Sei Beduk”. Dan Pelaku MAM  merupakan warga Punggur, Nongsa kota Batam. ( TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved