Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Peredaran Rokok Tanpa Pita Cukai HD Marak di Batam

Peredaran rokok ilegal di Batam HD semakin marak. Berikut penelusuran TribunBatam.id, Selasa (20/9/2022).

TribunBatam.id/Dok Bea Cukai Batam
Anggota Bea Cukai Batam dan TNI saat merazia salah satu kios di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) belum lama ini. Peredaran rokok tanpa pita cukai, khususnya merek H&D masih dengan mudahnya ditemukan. 

"Belinya juga gampang kok. Malahan di minimarket ada yang menjual, harganya lebih kurang saja," ungkapnya.

Seorang pemilik kios di Kecamatan Batuaji mengaku menjual rokok tanpa pita cukai itu.

Hanya saja, ia belum berani menjual rokok tanpa cukai itu dengan memajangnya seperti dengan merek rokok ternama yang dilengkapi dengan pita cukai.

Kepada TribunBatam.id, pemilik kios yang meminta identitasnya dirahasiakan ini mengaku tidak mengetahui pasti apakah rokok tanpa cukai ini dilarang atau tidak oleh pemerintah.

"Kami hanya tahu orang banyak cari rokok ini. Namanya orang berdagang, ya kami coba penuhi permintaan konsumen. Saya tidak tahu apakah ini dilarang atau tidak sebab tidak ada yang merazia. Paling kalau ada pembeli yang bertanya, baru kami keluarkan rokok itu," sebutnya.

Baca juga: Cukai Rokok Naik, Berikut Daftar Harga Rokok mulai Januari 2022

Tidak hanya di Batam, peredaran rokok tanpa dilekati pita cukai ini belakangan juga masuk ke daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau, bahkan ke provinsi lain dekat Kepri.

KLAIM BEA Cukai Batam

Bea Cukai Batam mengklaim jika pihaknya terus berkomitmen untuk memberantas peredaran rokok ilegal.

Komitmen tersebut diwujudkan oleh Bea Cukai Batam dengan giat operasi cukai bersama jelang operasi gempur rokok ilegal dengan menggandeng aparat penegak hukum lain, Kodim-0316 Batam.

Total Barang Hasil Penindakan (BHP) Cukai periode 1 Agustus s.d. 9 September 2022 mencapai 159.512 batang Barang Kena Cukai (BKC) Hasil Tembakau (HT) dari berbagai merek baik dari jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) maupun Sigaret Putih Mesin (SPM), dan 36,06 liter BKC Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA).

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Rizki Baidillah mengatakan, selama periode 1 Agustus sampai 9 September 2022, pihaknya seidkitnya telah melakukan 30 penindakan.

Baca juga: Beda Singapura Malaysia Indonesia Soal Harga Rokok, Kemenkeu Naikkan CHT Mulai 2022

Rincian 18 penindakan umum yang dilakukan di pelabuhan maupun tempat penimbunan sementara (TPS) dan 12 penindakan dalam operasi cukai.

Selama semester 1 tahun 2022, data penindakan menunjukkan hingga Juli 2022, Bea Cukai Batam telah berhasil melakukan 77 penindakan BKC HT Ilegal dengan total 3.862.948 batang.

Dengan nilai barang ditaksir mencapai Rp. 10,22 Miliar, dan kerugian negara ditaksir mencapai Rp. 6,81 Miliar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved