Breaking News:

Rentenir di Garut Robohkan Rumah Debiturnya, Berawal Nasabah Utang Rp1,3 Juta Hingga Jadi Rp 15 Juta

Praktik rentenir alias lintah darat yang mencekik nasabahnya dengan suku bunga amat tinggi terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Editor: Anne Maria
TRIBUNJABAR.ID/SIDQI AL GHIFARI
Sosok A, rentenir yang kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Garut bersama sembilan orang lainnya yang disebut turut serta merobohkan rumah Undang di Cipicung, Banyuresmi, Garut. 

TRIBUNBATAM.id- Seorang rentenir di Garut tega merobohkan rumah milik debiturnya.

Rentenir berinisial A itu nekat merobohkan rumah milik Undang (47) lantaran nasabahnya itu tak mampu melunasi hutangnya.

Awalnya istri Undang meminjam uang sebesar Rp 1,3 juta hingga hutangnya membengkak menjadi Rp 15 juta.

Bagaimana tidak, tersangka wanita yang berusia 33 tahun itu mematok bunga pinjaman mencapai 35 persen.

Praktik rentenir alias lintah darat yang mencekik nasabahnya dengan suku bunga amat tinggi itu terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Gara-gara tunggakan pinjaman yang mencekik leher, A bersama komplotannya pun nekat merobohkan bangunan rumah nasabahnya sendiri.

Kasus ini tengah diusut Reskrim Polres Garut.

Baca juga: Ibu Empat Anak Dapat Restu Suami Jadi Pemuas Nafsu Lelaki Lain Asal Hutang ke Rentenir Lunas

Baca juga: Rentenir Tahan Jenazah Jelang Pemakaman, Gara-gara Utang Rp 2 Juta

Peristiwanya terjadi di Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada 10 September 2022.

Polres Garut sudah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka kasus rentenir yang merobohkan rumah Undang

Satu dari sembilan orang tersangka itu adalah A (33 tahun) ibu-ibu yang tak lain adalah sosok rentenir yang merobohkan rumah Undang.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved