Breaking News:

BATAM TERKINI

Tim SAR Indonesia dan Malaysia Gelar Latihan Bersama di Perairan Bintan

Tim SAR dari Indonesia dan Malaysia menggelar latihan bersama di Perairan Bintan Kepri yang dilakukan selama tiga hari.

TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing
Deputi bidang SAR, Siaga dan Latihan, Laksamana Muda Eko Ribut  

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jamin keselamatan pelayaran antar dua negara Indonesia dan Malaysia, Basarnas RI menggelar latihan bersama di perairan Bintan Kepri. 

Latihan SAR Bersama ke-41 Indonesia Malaysia (Malindo), kini tengah berlangsung sejak dimulai 20 September kemarin.

Latihan dilakukan selama tiga hari hingga esok. 

Deputi bidang SAR, Siaga dan Latihan Basarnas RI, Laksamana Muda TNI Eko Ribut mengatakan dalam latihan bersama ini menerjunkan alutsista gabungan.

Dalam latihan itu ada sejumlah rangkaian simulasi yang dilakukan tentang latihan penyelamatan.

"Hari ini disimulasikan terjadi kecelakaan kapal di daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Penumpang kapal ada 15 orang, 3 orang selamat dievakuasi kapal sekitar dan 12 orang hilang," ujarnya.

Lalu dalam peristiwa itu, personil SAR pun melakukan operasi lewat sinyal bahaya yang dipancarkan kapal yang diterima oleh Basarnas Command Center Indonesia dan MRCC Malaysia.

Baca juga: Dinsos PM Verifikasi Data 54.624 Penerima BLT Senilai Total Rp 16 Miliar di Batam

Kedua negara pun berkordinasi untuk pelaksanaan operasi SAR dengan menggerakan alut masing-masing negara.

Jenderal bintang dua ini menyebutkan rangkaian kegiatan latihan SAR gabungan antar dua negara ini merupakan realisasi dari Letters of Aggrement (LoA) for The Provision of Search and Rescue Service Between Indonesia - Malaysia tahun 1985 dan Hasil Sidang Jawatan Kuasa Latihan Bersama (JKLB) Malindo Ke - 86 di Jakarta. 

Latihan SAR Bersama ini memiliki manfaat besar bagi kedua negara dalam menjamin keselamatan di wilayah perbatasan, baik terhadap warga asing maupun terhadap warga negara Indonesia dan Malaysia.

Sebagai anggota ICAO dan IMO, Indonesia dan Malaysia wajib menyediakan pelayanan SAR terhadap kapal dan pesawat udara yang mengalami keadaan darurat, distress di wilayah tanggung jawab SAR masing-masing tanpa ada wilayah blank area.

Kerjasama operasi SAR antara Malaysia sejauh ini sudah terjalin dengan baik.

Dalam kurun waktu 2019 – 2022  tercatat 11 kali operasi SAR bersama Basarnas dan otoritas SAR Malaysia. Untuk itu dengan diadakannya latihan ini dapat lebih memantapkan lagi pelaksanaan operasi SAR apabila terjadi keadaan darurat di wilayah perbatasan. (TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved