Breaking News:

BATAM TERKINI

Seorang Remaja di Batam Curi 16 Motor di Bengkong, Seorang Pelaku Masih Buron

Seorang remaja berusia 17 tahun di Batam diamankan polisi karena mencuri 16 sepeda motor di wilayah Bengkong, Batam. Satu pelaku saat ini masih buron.

ISTIMEWA
Barang bukti sepeda motor hasil curian seorang remaja di Batam. Selama beraksi, remaja tersebut sudah mencuri 16 sepeda motor di Bengkong. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - PS alias T yang masih berusia 17 tahun ditangkap Unit Reskrim Polsek Bengkong karena telah menggasak belasan sepeda motor di Bengkong.

PS melakukan aksinya bersama temannya berinisial K, yang saat ini masih buron dan sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DP0).

Aksinya terbongkar usai peristiwa pencurian sepeda motor yang terjadi pada Selasa (30/8/2022), sekira pukul 05.05 WIB, di Masjid Jabal Rahmah, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong.

Saat itu, korban tengah melaksanakan salat subuh di Masjid.

Usai salat, korban terkejut sepeda motor jenis Yamaha Vega R warna merah maron telah raib dicuri orang.

Atas peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 4 juta sehingga melaporkan kejadian ke Mapolsek Bengkong guna penanganan lebih lanjut.

Dengan adanya laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Bengkong langsung melakukan penyelidikan dan menangkap PS.

Baca juga: KASUS Pembuangan Bayi di Batam, Orangtua tak Tahu Anak Hamil dan Melahirkan di Toilet

Terduga pelaku berhasil diamankan Kamis (22/9/2022) sekira pukul 02.00 WIB, di Kawasan Golden Prawn, Bengkong.

“Kami tangkap PS saat nongkrong bersama rekannya hingga larut malam,” sebut Kapolsek Bengkong, Iptu Mardalis melalui Kanit Reskrim Iptu Rio Ardian, Jumat (23/9/2022).

Dalam penangkapan ini, kata Rio, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya satu unit kendaraan roda dua merek Yamaha Vega R tahun 2008 dan satu Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Pemeriksaan sementara, PS telah mencuri setidaknya 16 unit kendaraan bermotor berbagai merek di wilayah Bengkong bersama temannya yang masih DPO.

"Kami masih melakukan penyelidikan terhadap barang bukti lainnya,” kata Rio.

Apabila pelaku terbukti melakukan pelanggaran Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) maka akan dihukum maksimal 7 tahun penjara. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved