Breaking News:

BERITA CHINA

Mantan Wakil Menteri China Terseret Kasus Suap Dapat Penangguhan Vonis Hukuman Mati

Selain kasus suap, Mantan Wakil Menteri Keamanan Publik China, Sun Lijun diduga memanipulasi pasar sekuritas hingga memiliki senjata api ilegal.

Kompas.com
Ilustrasi bendera China - Mantan Wakil Menteri Keamanan Publik China, Sun Lijun terseret kasus suap dan dugaan pelanggaran lainnya. 

CHINA, TRIBUNBATAM.id - Negara China sedang gencar-gencarnya melawan perilaku suap oknum pejabatnya termasuk korupsi.

Mantan Wakil Menteri Keamanan Publik China, Sun Lijun menjadi salah satu contohnya.

Menurut sebuah pernyataan Pengadilan Rakyat Menengah di Kota Changchun, China, pengadilan telah menjatuhkan hukuman mati yang ditangguhkan kepada Mantan Wakil Menteri Keamanan Publik China, Sun Lijun.

Dilansir dari Reuters, menurut laporan kantor berita negara China, Xinhua, hukuman mati terhadap Mantan Wakil Menteri Keamanan Publik China tersebut akan diubah menjadi penjara seumur hidup setelah dua tahun, tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.

Pengadilan mengatakan Sun yang sebelumnya menjabat sebagai Mantan Wakil Menteri Keamanan Publik China, telah menyalahgunakan kekuasaannya di sejumlah posisi berpengaruh antara 2001 dan 2020.

Baca juga: China Meradang Presiden Amerika Serikat Joe Biden Siap Bantu Taiwan

Pria berusia 53 tahun itu mengaku bersalah pada Juli lalu karena menerima suap lebih dari 646 juta yuan (91 juta dollar AS).

“(Sun) dirampas hak politiknya seumur hidup dan semua properti pribadi harus disita," kata pengadilan dalam putusannya pada Jumat (23/9/2022).

Dalam pernyataannya, pengadilan China menyebut pelanggaran lainnya yang dilakukan Sun termasuk memanipulasi pasar sekuritas dan memiliki senjata api secara ilegal.

Otoritas China telah mengumumkan serentetan hukuman terhadap tokoh-tokoh tingkat tinggi pekan ini.

Seiring kampanye anti-korupsi yang meluas menjelang pertemuan politik penting bulan depan.

Dalam pertemuan itu, Presiden Xi Jinping diperkirakan akan mengamankan masa jabatan ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: Tak Hanya China, Warga Thailand Heboh Jual Ginjal Demi iPhone

Pada Kongres Partai terakhir pada tahun 2017, Xi Jinpin berjanji akan terus menargetkan 'harimau' dan 'lalat', yang merujuk pada pejabat elit dan birokrat tingkat rendah dalam perjuangannya melawan korupsi.

Dalam satu dekade sejak Presiden Xi Jinping naik ke tampuk kekuasaan, dia telah mengobarkan kampanye melawan korupsi di Partai Komunis yang berkuasa.

Sebelumnya pada Kamis (22/9), mantan menteri kehakiman China juga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena menerima suap senilai lebih dari 117 juta Yuan.

Beberapa tokoh pejabat lain yang mendapatkan hukuman penjara belum lama ini termasuk kepala polisi provinsi Shanghai, Chongqing, dan Shanxi.(TribunBatam.id) (Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved