Breaking News:

BERITA CHINA

China Kalahkan Amerika Serikat, Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

China sedang membangun teleskop radio yang diklaim terbesar di dunia serta mengalahkan milik Amerika Serikat (AS)

Channel News Asia
Orang-orang yang memakai masker wajah tampak berjalan di bawah bendera China di Bandara Internasional Beijing Daxing di Beijing, Tiongkok 24 Juli 2020. China mulai membangun teleskop bisa digerakkan serta diklaim terbesar di dunia. Teleskop radio milik China ini disebut-sebut mengalahkan teleskop yang lebih dulu dimiliki Amerika Serikat (AS). 

CHINA, TRIBUNBATAM.id - China kembali membuktikan kecanggihan teknologinya mengalahkan Amerika Serikat (AS).

Tepatnya setelah China mulai membangun teleskop radio yang bisa digerakkan, sekaligus diklaim lebih besar dibandingkan teleskop yang dimiliki Amerika Serikat (AS).

Teleskop yang mulai dibangun China sekaligus diklaim lebih besar dibanding yang dimiliki Amerika Serikat (AS) ini berlokasi di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang, China Barat Laut.

Teleskop radio terbesar di dunia yang bisa digerakkan tersebut dinamakan Teleskop Radio Qitai (QTT), dibangun di Qitai County, Xinjiang.

QTT akan memiliki piringan yang dapat dikendalikan dengan diameter 110 meter.

Baca juga: Sosok Jenderal Li Qiaoming yang Dituduh di Balik Kudeta Xi Jinping, Diisukan Jadi Presiden China

Diameter tersebut 10 persen lebih besar dari Teleskop Green Bank di Virginia Barat, AS, yang saat ini menyandang status sebagai teleskop radio terbesar di dunia yang dapat digerakkan.

China sebetulnya telah memiliki teleskop radio terbesar di dunia yakni Teleskop Radio Bulat Aperture (FAST).

Teleskop berdiameter 500 meter ini terletak di lembah pegunungan di Provinsi Guizhou, China barat daya.

Tapi, permukaan reflektif FAST tidak bisa digerakkan sehingga membatasi area langit yang bisa diamati.

Diperlukan waktu sekitar enam tahun untuk menyelesaikan pembangunan QTT.

Setelah selesai, QTT dapat mengkaver 75 persen langit dengan sensitivitas tinggi serta menyediakan platform observasi kelas dunia.

Baca juga: Ramalan Shio China tentang Cinta, Karier dan Kesehatan Bulan November 2022

Observasi tersebut dapat digunakan untuk studi di berbagai bidang seperti lubang hitam, ledakan radio cepat, materi gelap, gelombang gravitasi, dan asal usul kehidupan di alam semesta.

Kepala Observatorium Astronomi Xinjiang Akademi Ilmu Pengetahuan China Wang Na mengatakan, QTT akan mendukung eksplorasi ruang angkasa China.

Kemampuan QTT untuk berputar ke segala arah untuk membidik target tertentu dan diameternya yang besar akan membuat China memiliki instrumen yang lebih canggih untuk mengamati langit seperti dilansir CGTN dari Kompas.com.

China memang menjadikan luar angkasa sebagai salah satu ambisi mereka.

Selain pembangunan teleskop yang diklaim terbesar di dunia, China kembali mengirim dua satelit eksperimental baru ke luar angkasa dari Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan di provinsi utara Shanxi pada hari Minggu 25 September 2022.

Baca juga: Jerman Cemas, China Makin Lengket dengan Rusia

Adapun satelit Shiyan-14 dan Shiyan-15 diluncurkan oleh roket pembawa Kuaizhou-1A pada pukul 6.55 pagi waktu beijing dan mereka telah berhasil memasuki orbit panned.(TribunBatam.id) (Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru/Annisa Nurmaulia Al Fajri)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved