Breaking News:

Ekonom Sebut Pemerintah Harus Turunkan Harga BBM Subsidi Kala Harga Minyak Mentah Dunia Juga Turun

Ekonom sebut harga minyak mentah dunia yang terus mengalami penurunan jadi sinyal positif pada beban subsidi energi untuk menurun juga secara alamiah.

Editor: Anne Maria
(KOMPAS.com/Tria Sutrisna)
Seorang petugas SPBU di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, mencopot papan harga bensin Pertamax 92 seiring dengan kenaikan harga BBM, Sabtu (3/9/2022). Ekonom Sebut Pemerintah Harus Turunkan Harga BBM Subsidi Ketika Harga Minyak Dunia Alami Penurunan. 

TRIBUNBATAM.id- Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan pemerintah harus menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi saat harga minyak mentah dunia juga turun.

"Langkah ini harus dilakukan karena tidak fair, tidak adil, apabila harga minyak mentah turun, maka beban subsidi energinya juga menurun. Namun, pemerintah masih mempertahankan harga BBM yang mahal," ujarnya kepada Tribunnews.com, ditulis Selasa (27/9/2022).

Menurutnya dengan harga minyak mentah dunia yang terus mengalami penurunan, maka hal ini dinilai menjadi sinyal positif terhadap beban subsidi energi untuk menurun juga secara alamiah.

Sehingga pemerintah memiliki kesempatan untuk kembali menurunkan harga BBM jenis subsidi kembali ke angka atau level sebelum terjadinya kenaikan.

Menurut dia, ada kemungkinan harga BBM Pertalite diturunkan lagi, setidaknya di bawah atau kembali ke level Rp 7.650 per liter.

"Begitu juga dengan Solar bisa diturunkan lagi ke sekira Rp 5.000 per liter untuk jenis subsidi," kata Bhima.

Baca juga: Petani Bintan Keluhkan Harga Pupuk Nonsubsidi Melambung di Tengah Kenaikan Harga BBM

Baca juga: HARGA BBM Naik, Pedagang Eceran Mulai Naikkan Harga hingga Rp 3.000 per Botol

Di lain sisi, penurunan harga minyak dunia ini akan berdampak terhadap Indonesia sebagai negara penghasil komoditas yang besar.

Baik itu batu bara maupun sawit, harus bersiap menghadapi adanya tren penurunan harga komoditas sejalan dengan harga minyak mentah yang mengalami penurunan.

Bhima Yudisthira menambahkan, ini artinya sektor-sektor yang menjadi primadona akan berubah menjadi sektor yang mengalami kontraksi paling tajam.

Inilah yang disebutnya sebagai roller coaster dari komoditas karena hanya dalam waktu singkat naik dan turun, sulit diperkirakan.

"Pemerintah harus mempersiapkan skenario apabila sektor berbasis komoditas turun, maka yang harus didorong adalah sektor-sektor industri pengolahan ataupun sektor ekonomi digital. Dengan demikian, penurunan harga komoditas tidak langsung membuat perekonomian Indonesia mengalami kontraksi cukup dalam," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Yanuar R Yovanda)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ekonom: Pemerintah Harus Menurunkan Harga BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mengalami Penurunan

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved