Breaking News:

Kenal dari Sosial Media, Wanita Diduga Dirudapaksa WN China, Kini Laporan Korban Dihentikan

Korban dugaan pemerkosaan oleh WN China surati Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto atas kasusnya yang kini dia klaim dihentikan Polda Metro Jaya.

Editor: Anne Maria
Istimewa
ilustrasi pemerkosaan. Kenal dari Sosial Media, Wanita Diduga Dirudapaksa WN China, Kini Laporan Korban Dihentikan. 

TRIBUNBATAM.id- Seorang wanita berinisial L diduga menjadi korban rudapaksa Warga Negara Asing (WNA) asal China.

Kini laporan polisi yang diajukannya pun mendadak dihentikan oleh kepolisian.

Wanita berinisial L itu mengurai jika Ia akhirnya menyurati Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto atas kasus dugaan pemerkosaan oleh Warga Negara China berinisial K yang saat ini dia klaim dihentikan Polda Metro Jaya.

L menjadi korban pemerkosaan dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh pria WN China berinisial K. Ia sempat menyambangi Unit PPA Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (20/6/2022).

Peristiwa pilu yang dialami L terjadi pada Juli 2020. Korban mengaku bahwa perkenalannya dengan terduga pelaku mengaku berawal dari saling sapa di media sosial selama 4 bulan.

Peristiwa dugaan kekerasan seksual itu berawal saat korban dan pelaku hendak janjian untuk makan di sebuah restoran.

Namun, pelaku disebut menolak untuk makan di luar dan beralasan saat itu penularan Covid-19 sedang tinggi saat itu.

Baca juga: Gadis Belia Nyaris Jadi Korban Pemerkosaan di Sungai, Berhasil Kabur Setelah Gigit Bibir Pelaku

Baca juga: Robinho Mantan Penyerang Brazil Divonis 9 Tahun Penjara Karena Kasus Pemerkosaan Gadis Muda

Atas alasan itu, K mengajak L untuk diundang datang makan di apartemennya yang berlokasi di Jakarta Barat.

Setibanya di apartemen pelaku, korban dipaksa untuk melakukan persetubuhan hingga mengalami sejumlah kekerasan.

L pun akhirnya membuat laporan. Namun di tengah jalan, laporan kasus dugaan pemerkosaan tersebut justru dihentikan.

Padahal, sebelumnya L mendapat informasi jika kasus tersebut statusnya sudah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.

"Saya menyurati Kabareskrim Polri juga, yang sekarang ada di Karowassidik, jadi kita semua jalankan secara paralel, dari sisi kepolisiannya juga kita menyurati, bersurat ke Mabes Polri dan sekarang ada di Karowassidik," kata L kepada Tribunnews.com, Senin (26/9/2022).

Dia mempertanyakan kasus tersebut dihentikan pihak kepolisian. Padahal, terlapor sendiri belum pernah dilakukan pemeriksaan.

Selain itu, L menyebut bukti-bukti soal adanya dugaan pemerkosaan sudah lengkap dan diserahkan kepada pihak penyidik Polda Metro Jaya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved