Breaking News:

Kenal dari Sosial Media, Wanita Diduga Dirudapaksa WN China, Kini Laporan Korban Dihentikan

Korban dugaan pemerkosaan oleh WN China surati Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto atas kasusnya yang kini dia klaim dihentikan Polda Metro Jaya.

Editor: Anne Maria
Istimewa
ilustrasi pemerkosaan. Kenal dari Sosial Media, Wanita Diduga Dirudapaksa WN China, Kini Laporan Korban Dihentikan. 

"Intinya isi surat itu kita menyatakan adanya kasus ini, kita laporin di Polda tapi sebelumnya kita berpekara di Polres Jakarta Barat yang memang tidak dibuatkan laporan, sempat mandek di sana, kemudian jalan karena saya push, kemudian di situ saya mendapatkan intimidasi di situ saya jelasin, kemudian dipersulit juga," ucapnya.

"Sampai akhirnya dipaksa damai, ada buktinya diancam, saya ada buktinya semua," sambungnya.

Selain itu, L juga menggugat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk kembali memeriksa hasil gelar perkara hingga kasusnya dihentikan oleh jajaran Polda Metro Jaya.

Adapun gugatan tersebut teregister di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara 678/Pdt.G/2022/PN JKT.SEL.

Meski gugatan perdata tersebut dilanjutkan ke pokok perkara, L mengakui jika isi dalam gugatan tersebut keliru.

Namun, nasib baik tidak berada dipihaknya. Saat ingin merubah isi gugatan, pihak kuasa hukumnya tidak menggubris permintaanya.

"Tapi hukum perdata itu kan mengacu kepada formilnya gugatan itu kan, tapi menurut lawyer yang saya konsultasi aja bukan lawyer saya, bilang isi gugatanya itu cacat formil. Jadi percuma jika kita masuk ke pokok perkara, buktinya kuat tapi isi gugatannya itu gagal lah, ya buat apa," tuturnya.

Di sisi lain, korban juga menggugat pelaku dengan tujuan agar pelaku bisa membayar ganti rugi sebesar Rp10 miliar secara imateril dan Rp1,5 miliar secara materil.

Gugatan itu teregister di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan nomor 558/Pdt.G/2022/PN Jkt.utr.

"Saya dua tahun loh susah kerja saya, saya jadi cacat, emang nggak keliatan. Pelapor ngomong gini, udah lah itu kan ga keliatan, yaudah alat kelamin dia aja saya belek kan ga keliatan, kan nggak bisa gitu dong," tuturnya.

Sebelumnya, pengacara L, Prabowo Febriyanto sempat mengurai soal pelaporan yang diajukan oleh kliennya.

"Yang kita laporkan warga negara asal China yang sedang kerja di perusahaan telekomunikasi. Kenapa bisa terjadi (pemerkosaan dan kekerasan) mungkin korban terlalu percaya pada orang, terlalu menyepelekan, sehingga tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini," kata pengacara L, Prabowo Febriyanto saat itu di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Prabowo menyebut kliennya menderita sejumlah luka di area kewanitaan akibat kekerasan itu.

"Jadi pertama korban diduga mengalami kekerasan atau dipaksa bersetubuh sehingga korban mengalami luka robek di bagian kewanitaan yang menimbulkan trauma. Divisum juga ada beberapa luka fisik," ujar Prabowo.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved