Breaking News:

HUMAN INTEREST

KISAH Anak Hinterland Batam Lolos Seleksi Kelas Internasional Unnes Semarang

Nataya Diyandra Calysta berhasil lolos seleksi masuk ke Universitas Negeri Semarang (Unnes) melalui jalur SNMPTN tahun 2022 dan

TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA
Nataya Diyandra Calysta berhasil lolos seleksi masuk ke Universitas Negeri Semarang (Unnes) melalui jalur SNMPTN tahun 2022. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id -  Melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi negeri menjadi impian mereka yang baru saja tamat sekolah menengah atas. 

Bisa diterima di perguruan tinggi negeri tentu bukan perkara mudah. Apalagi bagi mereka yang tinggal dan mengenyam pendidikan di hinterland.

Pasalnya anak hinterland kerap dianggap tak mampu bersaing dengan anak-anak di kota-kota besar yang kualitas pendidikannya jauh lebih baik. 

Hal itu tidak berlaku bagi Nataya Diyandra Calysta.

Anak hinterland yang satu ini berhasil menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan anak-anak yang tinggal di berbagai kota besar di Indonesia. 

Gadis kelahiran Kecamatan Belakangpadang, 30 April 2004 itu berhasil masuk ke Universitas Negeri Semarang (Unnes) melalui jalur SNMPTN tahun 2022.

Tak hanya itu, setelah diterima di Unnes, Nataya pun berhasil lolos seleksi kelas internasional Unnes 2022.

Nataya adalah satu dari 17 mahasiswa yang diterima. Yang sebelumnya ada 400 mahasiswa yang bersaing untuk bisa masuk di kelas Internasional.

Baca juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Punya Tambang Emas, Diminta Penuhi Panggilan KPK

"Alhamdulillah, suatu kebanggaan bagi Nataya bisa masuk program studi manajemen kelas Internasional dan  bergabung dengan mahasiswa dari luar negeri yakni Kyrgyzstan dan Timur Leste," kata Nataya, Senin (26/9/2022).

Momentum ini menjadi luar biasa baginya lantaran berkesempatan besar mengikuti pertukaran pelajar ke luar negeri. 

Sebelum lolos seleksi kelas internasional, Nataya mengaku sedikit minder dengan mahasiswa lain yang berasal dari kota besar.

Sebab, selain belajar bahasa Inggris di sekolahnya, Nataya mengaku belajar bahasa Inggris hanya dari les private rumahan di pulau tempatnya tinggal.

Sementara ia harus bersaing dengan mahasiswa yang belajar bahasa Inggris di lembaga bimbingan belajar yang kualitasnya jauh lebih baik. 

Setelah gigih belajar dan semangat serta tekad yang kuat untuk meraih prestasi, Nataya mampu membuktikan jika anak hinterland juga bisa bersaing hingga berprestasi.

 Namun demikian, Nataya mengaku jika keberhasilannya meraih mimpi untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi negeri ini tidak terlepas dari bimbingan guru-guru dan kedua orangtuanya. 

"Terima kasih untuk semua guru di SDN 01, SMPN 01, SMAN 2, dan  juga untuk guru les bahasa Inggris Mam Hudayani yang sudah membimbing saya hingga bisa meraih mimpi," katanya. ( TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng)

 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved