Breaking News:

Polda Metro Jaya Kerahkan Pasukan Basmalah saat Demo Depan Gedung DPR RI

Wadirbinmas Polda Metro Jaya mengungkap peran Pasukan Basmalah yang berisi 30 personel Polri dlaam demo depan Gedung DPR RI hari ini, Selasa (27/9).

(KOMPAS.com/Muhammad Isa Bustomi)
Massa yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9/2022) bertepatan Hari Tani Nasional 2022. Polda Metro Jaya mengerahkan Pasukan Basmalah yang berisi 30 personel saat demonstrasi depan Gedung DPR RI hari ini, Selasa (27/9/2022). Foto ilustrasi. 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Polda Metro Jaya punya cara berbeda dalam mencegah aksi anarkis saat aksi demonstrasi depan Gedung DPR/MPR RI hari ini, Selasa (27/9/2022).

Polda Metro Jaya membentuk Pasukan Basmalah yang didalamnya berisi puluhan personel Polri untuk bertugas dalam aksi demo depan Gedung DPR/MPR RI.

Wakil Direktur Pembinaan Masyarakat (Wadirbinmas) Polda Metro Jaya AKBP Yudhistira mengungkap fungsi Pasukan Basmalah dalam aksi demonstrasi depan Gedung DPR/MPR RI oleh aliansi petani buruh dan nelayan yang tergabung dalam Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA).

Ia mengungkap, 30 personel yang tergabung dalam Pasukan Basmalah nantinya bertugas untuk bershalawat sekaligus memanjatkan doa agar aksi demonstrasi yang berlangsung dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

Aliansi petani, buruh, dan nelayan yang tergabung dalam Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) berencana menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.

Baca juga: Mutasi di Polda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran Rotasi 62 Perwira, Dari Kasat Hingga Kapolsek

Aksi yang akan berlangsung pada Selasa (27/9/2022) mulai pukul 11.00 WIB itu juga akan diikuti oleh massa dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria, Dewi Kartika dalam aksi demonstrasi hari ini mengatakan, massa aksi mendesak MPR RI untuk mengevaluasi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan DPR RI atas pelaksanaan reforma agraria.

Akibat enam dekade UUPA 1960 dan dua dekade TAP MPR tidak dijalankan secara penuh dan konsekuen, ekonomi politik agraria kita menjadi semakin liberal.

Dampaknya menghasilkan krisis agrarian dan kerusakan lingkungan yang semakin memburuk.

Massa aksi gabungan ini juga akan menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga BBM yang semakin membebani masyarakat.

Baca juga: Respons Polda Metro Jaya Terkait Informasi Terjadi Aksi Baku Tembak Anggota Polisi Lagi

Kondisi ini menurutnya semakin miris di tengah berjayanya proyek megah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diklaim hanya memperburuk situasi petani dan seluruh lapisan masyarakat kelas bawah.

"Sesuai arahan Bapak Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, pertama kami memohon kepada Allah, supaya situasi dan kondisi dalam penyampaian aspirasi dan pengamanan berjalan lancar. Kemudian dilindungi oleh Allah, dan tidak anarkis, dan sebagainya," ujar Yudhistira kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).

Selain itu, para pasukan juga bertugas menjaga moral para anggota TNI-Polri yang bertugas dengan memberikan imbauan agar tidak terpancing provokasi.

"Begitu pula dengan peserta aksi unjuk rasa. Kami harapkan dan kami yakin saudara-saudara kita ini bisa menahan amarah dan provokasi dan tetap ingat kepada Allah SWT. Di sela-sela imbauan yang kita lakukan, kita selingi dengan bacaan basmalah, shalawat, dan asmaul husna," sebutnya.(TribunBatam.id) (Kompas.com/Tria Sutrisna)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved