Breaking News:

Presiden Jokowi Minta Lukas Enembe Hormati Panggilan KPK, Pengacara Ungkap Penyakit Gubernur Papua

Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening, merespon permintaan Presiden Joko Widodo, agar kliennya menghormati panggilan KPK.

Editor: Anne Maria
TWITTER/LUKASENEMBE/WIKIPEDIA
Gubernur Papua, Lukas Enembe. Presiden Jokowi Minta Lukas Enembe Hormati Panggilan KPK, Pengacara Ungkap Penyakit Gubernur Papua. 

TRIBUNBATAM.id- Presiden Jokowi meminta Gubernur Papua Lukas Enembe menghormati panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Presiden Jokowi meminta Gubernur Papua Lukas Enembe untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek bersumber APBD Papua.

"Saya sudah sampaikan agar semuanya menghormati panggilan KPK dan hormati proses hukum yang ada di KPK. Semuanya," kata Presiden Jokowi di Base Ops Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin.

Presiden Jokowi mengatakan semua warga negara Indonesia (WNI) memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

"Saya kira proses hukum di KPK semua harus dihormati. Semua sama di mata hukum," ujar Presiden.

Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening pun merespon permintaan Presiden Jokowi tersebut.

Kepada wartawan di Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Papua di Jakarta Selatan, Stefanus mengatakan, pihaknya menghormati permintaan Jokowi itu.

Baca juga: Jadi Perhatian Jokowi, Pengacara Minta Dokter KPK Datangi Papua Untuk Periksa Lukas Enembe

Baca juga: KPK Panggil Gubernur Papua Lukas Enembe LAGI Soal Kasus Suap dan Gratifikasi

"Kami menghormati saja apa yang jadi harapan Bapak Presiden, kami menghormati bahwa Bapak Presiden sudah mulai memberikan perhatiannya kepada kasus ini," kata Stefanus, Senin (26/9/2022).

Namun, pihaknya saat ini masih menunggu kondisi kesehatan Lukas Enembe membaik, sehingga dapat menjalani pemeriksaan KPK.

"Kami juga mau sampaikan kepada Bapak Presiden Jokowi, Bapak ( Lukas Enembe) sedang sakit dan, kami mencari solusi agar disembuhkan dulu penyakitnya baru kami masuk kepada tahap penyidikan," ujarnya.

Dia khawatir apabila tidak mendapatkan penanganan kesehatan yang memadai, kondisi kliennya semakin memburuk dan justru tidak dapat menjalani pemeriksaan KPK.

"Membuat dia akan stroke kelima kali dan tujuan kita enggak tercapai, dia tidak bisa diperiksa," ujar Stefanus.

"Kan, tujuannya mau diperiksa, untuk diperiksa kan orang harus sehat, kalau orang tidak sehat gimana mau diperiksa?"

Stefanus juga menjelaskan kondisi kesehatan Lukas Enembe yang saat ini menderita sejumlah penyakit hingga harus menjalani pengobatan di Singapura.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved