Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Polsek KKP Batam Bongkar Kasus PMI Ilegal di Pelabuhan Internasional

Pelaku Penempatan PMI illegal yang diamankan berinisial IP (48 Tahun) perempuan, yang di tangkap di Pelabuhan Ferry International Batam Centre dan Pel

Editor: Eko Setiawan
ISTIMEWA
Polsek KKP Rilis kasus penangkapan PMI Ilegal di dua pelabuhan berbeda 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Polsek KKP Kembali membogkar kasus PMI Ileal di Kota Batam. Setidaknya ada dua orang tersangka dalam kasus ini.

Pelaku Penempatan PMI illegal yang diamankan berinisial IP (48 Tahun) perempuan, yang di tangkap di Pelabuhan Ferry International Batam Centre dan Pelaku J (39 Tahun) laki laki, yang di tangkap di Halte Masjid Raya

Diketahui, kedua pelaku dalam hal ini tidak saling berkaitan.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan AKP Awal Syakban Harahap dalam Pres Rilis yang digelar, Kamis (29/9/2022) mengatakan, Untuk TKP pertama terjadi pada Rabu Tanggal 21 September 2022 sekira pukul 15.00 Wib di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre.

"Korban yang berhasil di amankan berinisial S, berawal pada saat Datang seorang Pria Ke Pos Polisi pelabuhan Batam Center Kota Batam dengan niat menumpang ngecas Hp, Pada saat itu petugas polisi langsung menanyakan," sebutnya.

Kemudian Karna mencurigai Pria tersebut merupakan pelaku PMI, Kemudian di lakukan introgasi dan mengecek terhadap Dokumen yang di bawa.

"Disana didapati 1 lembar kertas yang menyatakan Ditolak masuk ke negera Malaysia. pada saat S menyampaikan bahwa ia akan pergi ke malaysia untuk bekerja dan semua kebutuhan proses keberangkatan selama di penampungan batam di urus oleh Pelaku IP," sebutnya

Kemudian TKP yang Kedua di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre yang terjadi pada tanggal 28 September 2022, Korban yang berhasil di amankan sebanyak 3 Orang, dan pelaku yang berhasil di amankan berinisial J (39).

Dengan peran memberikan fasilitas penampungan PMI illegal dan memberikan fasilitas paspor dan memberangkatkan korban melalui Pelabuhan ferry international batam centre menuju Negara Malaysia.

Dengan berhasil mengamankan barang bukti Paspor, tiket kapal, KTP, Handphone dan Atm.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N, SH, SIK, MH melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam AKP Awal Sya’ban Harahap, mengatakan menurut pengakuan para pelaku mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 600.000 hingga Rp. 7.000.000- Perorang Calon PMI dari mulai perekrutan hingga keberangkatan menuju negara Malaysia.

Saya menghimbau Masyarakat untuk berhati hati dan tidak terpengaruh mendapat mendapat gaji besar di Negara Malaysia, berangkatlah dengan secara Resmi, banyak hal-hal yang bisa terjadi akibat berangkat secara Ilegal.

Dan saya ingatkan Jika ingin bekerja di luar negeri harus melengkapi dokumen sesuai ketentuan yang berlaku karena didalam peraturan tersebut adanya perlindungan terhadap PMI.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved