Breaking News:

PENEMBAKAN DI RUMAH KADIV PROPAM

Viral Video Dinarasikan Sel Mewah Ferdy Sambo, Polri Sebut Hoaks dan Bukan di Mako Brimob

Polri membantah sebuah video yang menggambarkan ruangan berisi sofa hingga tempat tidur yang dinarasikan sebagai sel mewah Ferdy Sambo.

Editor: Anne Maria
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo atau Irjen FS menjalani adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). 

TRIBUNBATAM.id- Viral di media sosial sebuah video dinarasikan sebagai sel mewah Ferdy Sambo.

Dalam video tersebut menggambarkan ruangan berisi sofa hingga tempat tidur.

Dalam video yang viral di media sosial itu, diperlihatkan sebuah kamar mewah yang lengkap dengan fasilitasnya.

Fasilitas yang terekam dalam video tersebut meliputi ruang tamu serta sofa, televisi, dua kamar ukuran besar, dan kamar mandi.

Video tersebut juga diberi audio yang merekam suara seorang laki-laki dan seorang perempuan.

“Enggak ada gunanya lapor kalau dibohongi sama negara kayak gini. Aduh, biar Pak Mahfud belajar deh liat kenyataan, Pak Mahfud, Kapolri, sama Presiden biar belajar, ini ditutup-tutupi atau apa,” kata suara laki-laki dalam video tersebut.

Polri pun membantah video tersebut.

Baca juga: Penyidik Evaluasi Kesehatan Putri Candrawathi, Akankah Istri Ferdy Sambo Ditahan ?

Baca juga: Kadiv Humas Polri Sebut Tak Ditemukan Keterkaitan Tiga Kapolda dalam Kasus Ferdy Sambo

Polri menyebut jika video tersebut adalah hoaks dan bukan berada di Mako Brimob.

Menanggapi beredarnya video tersebut, Divisi Humas Polri melalui akun Instagram resminya menegaskan bahwa video tersebut hoaks.

Polri menegaskan bahwa ruangan yang ada di dalam video tersebut bukanlah sel yang ada di Mako Brimob.

“Video tersebut tidaklah benar atau Hoax. Faktanya, video tersebut bukanlah situasi sel yang ada di Mako Brimob dan suara yang ada merupakan audio terpisah yang ditempel video tersebut,” tulis @divisihumaspolri, Selasa (27/9/2022).

Polri menduga video tersebut dibuat untuk menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Oleh karenanya, Polri mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi tersebut.

“Jangan mudah percaya dengan pemberitaan atau informasi yang belum jelas kebenarannya.”

Update kasus Ferdy Sambo

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved