Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Kepala Sekolah Cekik Siswa SMP Saat Kegiatan di Masjid, Kini Korban Trauma

Kepala sekolah yang mencekik murid saat pembelajaran kultum di masjid dilaporkan oleh orangtua korban ke Pihak kepolisian. Korban diketahui alami Trau

Editor: Eko Setiawan
Foto oleh Pavlofox dari Pixabay Via Tribun Network
Kepala sekolah menganiaya siswanya saat kegiatan belajar mengajar di sekolah. 

TRIBUNBATAM.id, BENGKULU - Kepala sekolah cekik siswa SMP yang ketahuan ribut saat kegiatan Kultum pagi disekolah.

Korban yang mendapat kekerasan di depan teman-temannya menjadi trauma hingga ketakutan.

Tidak terima dengan hal tersebut, orang tua siswa ini membuat laporan ke Polisi.

Mereka meminta polisi bisa menindak dengan tegas oknum kepala sekolah tersebut.

Bahkan untuk kseriusan laporan, dia jua melakukan Visum.

Salah satu siswi kelas 7 SMP di Kota Bengkulu berinisial DS (14) yang merupakan warga Kecamatan Selebar Kota Bengkulu mengalami trauma, diduga usai dicekik oleh oknum Kepala Sekolahnya.

Dari informasi yang didapat TribunBengkulu.com dari orang tua korban, kronologi kejadian berawal saat DS bersama pelajar lainnya di SMP tersebut mengikuti kegiatan kultum pagi di sekolahnya, hari ini Jumat (30/9/2022).

Kegiatan kultum pagi tersebut memang rutin dilaksanakan oleh sekolah tersebut setiap hari Jumat pagi, sekitar pukul 08.00 WIB.

Baca juga: Polsek Sekupang Batam Bagikan Call Center, Ajak Warga Ikut Aktif Berantas Pungli

Baca juga: Kapolri Siap Kerahkan 1.800 Polisi Jemput Lukas Enembe Jika Tidak Koperatif

Namun pada saat pelaksanaan kultum pagi tersebut, DS malah sibuk mengobrol dengan teman-temannya, sehingga membuat Kepala Sekolah marah.

Selanjutnya terjadilah tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh Kepala Sekolah terhadap DS.

Namun dari keterangan yang didapat oleh orang tua korban, hanya DS yang mendapat perlakuan kekerasan, sedangkan temannya yang ikut mengobrol tidak.

DS diduga mendapat tindak kekerasan dengan dicubit pada bagian tangan dan dicekik pada bagian lehernya sambil ditarik ke arah belakang.

Kejadian tersebut dilakukan di depan seluruh pelajar yang sedang mengikuti kegiatan kultum pagi di lapangan sekolah.

Sehingga hal inilah yang diduga membuat DS menjadi trauma dan ketakutan terhadap siapapun yang ditemuinya saat sudah pulang kerumah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved