Breaking News:

UPAH PEKERJA

Dukung Kenaikan Upah, Anggota DPRD Kepri Ini Sebut Idealnya UMK Batam Rp 5 Juta

Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin menilai, gaji Rp 4 jutaan tak cukup untuk Batam. Idealnya paling tidak UMK Batam Rp 5 juta

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Ketua Komisi II DPRD Kepri Wahyu Wahyudin berfoto bersama sejumlah pimpinan partai PKS Kepri. Wahyu dukung buruh tuntut kenaikan UMK 2023 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Wahyu Wahyudin mendukung buruh yang menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota ( UMK) 2023, khususnya di Batam

Anggota DPRD Kepri ini menilai, kenaikan UMK tersebut akan berdampak positif bagi buruh yang terdampak pandemi Covid-19.

Menurutnya, besaran UMK saat ini sudah tidak mampu mengakomodir kebutuhan hidup masyarakat. Terutama di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok dan naiknya harga BBM subsidi. Sehingga idealnya UMK Kota Batam sebesar Rp 5 juta.

"Kalau secara ekonomi, bagi pengusaha memang ideal, tapi bagi buruh tidak. Di Batam itu tidak cukup gaji Rp 4 jutaan, paling tidak Rp 5 juta," sebut Wahyu, Minggu (2/10/2022).

Politisi PKS ini menilai, jika Gubernur Kepri Ansar Ahmad tak menolak menaikkan BBM subsidi, maka Pemprov harus memberikan kompensasi berupa bantuan langsung tunai (BLT).

Bantuan ini akan menjadi tambahan pendapatan bagi buruh dan dapat digunakan untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga.

Baca juga: Nasib UMK Batam 2023, FSPMI Nyatakan Sikap Harus Naik 30 Persen

"Atau berikan bantuan secara merata dan menyeluruh bagi serikat buruh," katanya.

Wahyu menambahkan, selain menaikkan besaran UMK, Ansar juga perlu untuk menyuarakan aspirasi buruh yang menolak kenaikan BBM subsidi.

Baca juga: Buruh Datangi PTUN Tanjung Pinang, Kawal Sidang Lanjutan Gugatan UMP dan UMK Batam 2021

Lantaran kenaikan harga BBM ini membebani daya beli masyarakat, harga kebutuhan pokok semakin mahal dan menyebabkan inflasi.

"Pak Gubernur harus suarakan buruh soal kenaikan BBM yang berdampak pada semakin mahalnya kebutuhan layak hidup," ucapnya.

Ia berharap semoga pemerintah lebih jeli lagi dalam penetapan UMK di Batam dan Kepri. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved