Breaking News:

Curhat Presiden Jokowi Indonesia Impor Jagung dan Aspal

Presiden Jokowi kembali memberikan perhatiannya kepada impor sejumlah barang ke Indonesia, termasuk urusan jagung dan aspal.

TribunBatam.id via TribunMedan.com
Presiden Jokowi kembali memberi perhatian pada impor sejumlah barang ke Indonesia, termasuk urusan jagung dan aspal. Foto saat Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo saat meresmikan tol Binjai - Stabat, Provinsi Sumatra Utara, Jumat (4/2/2022). 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Impor sejumlah komoditi masih menjadi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Jokowi bahkan curhat tentang kondisi Indonesia yang masih impor, bahkan untuk jagung dan aspal.

Presiden Jokowi menegaskan, jika produk dalam negeri sudah ada, maka Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor.

Jokowi mengaku tidak senang jika ada barang produksi dalam negeri, tetapi pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun pihak lain malah melakukan impor.

Kepala negara mencontohkan pendampingan yang dilakukan oleh perusahaan besar kepada petani, yakni soal produksi jagung.

Baca juga: Puluhan Juta Batang Rokok Luffman Impor Ilegal Diamankan Bea Cukai di Kepri

Menurut presiden, sebelumnya, Indonesia melakukan impor jagung sebanyak 3,5 ton per tahunnya.

Namun, setelah ada pendampingan kepada petani, sudah tujuh tahun belakangan ini besarnya impor Indonesia menurun hingga 800.000 ton per tahun.

"Karena apa? Petani jagung ada yang mendampingi, petani jagung ada yang mengawal. Yang tadi disampaikan di depan, biasanya 1 hektare hanya 4 ton, sekarang 1 hektare bisa 8 ton. Ongkos produksi paling Rp 1.800- Rp 1.900 itu yang saya tahu waktu saya ke Dompu, jualnya bisa Rp 3.800 per kilogram, untungnya sudah 100 persen. Ini jangan hanya di jagung saja. Harusnya produk-produk yang lain, komoditas yang lain harus bisa didampingi dengan pola yang sama. Kalau jagung bisa, mestinya padi juga bisa, singkong juga bisa, porang juga bisa, kopi juga bisa, semua. Dan itu menjadi tugas perusahaan-perusahaan besar kita," lanjutnya.

Dalam peluncuran Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas di Gedung SMESCO, Jakarta, Senin (3/10/2022), sebagaimana disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Presiden Jokowi mengungkap jika terdapat deposit aspal hingga 662 juta ton di Buton, Sulawesi Tenggara yang masih dalam proses hilirisasi industrialisasi.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Kompetisi BRI Liga 1 2022-2023 Dihentikan Sementara

Jokowi menjelaskan, industrialisasi produk aspal di Buton bisa dilakukan oleh perusahaan kecil, menengah dan besar. Sementara, saat ini, yang mengelola aspal di daerah itu baru satu perusahaan saja.

"Aspal kita sekali lagi 662 juta ton. Kita malah impor setahun 5 juta ton. Hal-hal seperti ini yang tidak boleh terjadi. Untuk produk apa pun, kalau kita punya jangan beli impor," tegas Jokowi.

Dalam kesempatan ini, presiden juga meminta perusahaan-perusahaan besar yang ada di Indonesia mau melakukan bina lingkungan dan pendampingan bagi petani maupun usaha kecil.

Presiden menekankan agar jangan sampai ada banyak perusahaan di daerah tetapi lingkungan sekitarnya miskin dan kumuh.

"Jangan sampai ada perusahaan besar berada di sebuah daerah, pabriknya kelihatan tinggi-tinggi dan besar sekali, lingkungannya (sekitar) miskin. Hati-hati. Bina lingkungan itu sangat penting. Warung-warungnya kumuh. Kenapa tidak seperti yang di depan tadi. Ada pembinaan warung-warung sehingga penataan barangnya baik, packaging dari produk-produk yang ada didampingi. Ini yang kita harapkan. Pemerintah tidak mungkin melakukan itu. Yang bisa dan cepat melakukan adalah kalau ada gerakan kemitraan," tegasnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved