TRAGEDI KANJURUHAN
FIFA Kibarkan Bendera Setengah Tiang Terkait Tragedi Kanjuruhan Malang
Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan banyak korban di Indonesia.
TRIBUNBATAM.id, ZURICH - Federasi Sepak Bola Dunia atau FIFA mengibarkan bendera setengah tiang.
Hal tersebut ditujukan sebagai bentuk simpati atas Tragedi Kanjuruhan.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga turut mengucapkan belasungkawa atas Tragedi Kanjuruhan.
"Saya ucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya untuk keluarga dan teman para korban yang kehilangan nyawa akibat insiden tragis ini," tutur Gianni dikutip dari fifa.com, Minggu (2/10/2022).
Baca juga: Real Madrid Imbang vs Osasuna, Santiago Bernabeu Mengheningkan Cipta untuk Tragedi Kanjuruhan
Sebagai informasi Tragedi Kanjuruhan terjadi usai laga antara Arema FC vs Persebaya di pekan 11 BRI Liga 1 2022-2023.
Pada laga tersebut Arema FC sebagai tuan rumah harus menelan kekalahan atas Persebaya.
Mendapati tim kesayangan mengalami kekalahan, suporter yang kecewa turun ke lapangan.
Hingga akhirnya kerumunan yang tidak dapat dihalau oleh petugas keamanan sempat menimbulkan kericuhan.
Tragedi Kanjuruhan sendiri menelan korban jiwa yang meninggal dunia lebih dari 180 orang.
Baca juga: Presiden Jokowi Minta Evaluasi Menyeluruh Soal Tragedi Kanjuruhan, IPW Desak Tiga Sosok Ini Mundur
Jumlah tersebut menjadi tragedi dalam sepak bola dengan korban terbanyak nomor dua di dunia.
Hingga saat ini FIFA sendiri belum memutuskan apakah akan memberikan sanksi terhadap kejadian di dalam Tragedi Kanjuruhan.
Pasalnya dalam tragedi tersebut, terlihat petugas kemananan menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunana.
Di mana gas air mata sendiri dilarang untuk dibawa ke dalam stadion saat pertandingan menurut aturan FIFA.
Meski FIFA belum memutuskan apakah ada sanksi atau tidak, dapat dipastikan bahwa kompetisi Liga 1 akan dihentikan untuk sementara waktu.
Baca juga: Cerita Anak 11 Tahun Lihat Ayah dan Ibu Tewas Terinjak-injak di Stadion Kanjuruhan, Sempat Terpisah
Penghentian kompetisi tersebut ditujukan untuk melakukan evaluasi dan investigasi terkait Tragedi Kanjuruhan.
Meski demikian penghentian kompetisi hanya berlaku untuk Liga 1 saja.
Kompetisi lain seperti Liga 2 akan terus dilangsungkan melihat tidak adanya rivalitas yang membahayakan.
(Tribunbatam.id/Fahmi Ghifari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/FIFA-Kibarkan-Bendera-Setengah-Tiang.jpg)