Breaking News:

BERITA MALAYSIA

Petronas Malaysia Lawan Klaim Ahli Waris Sultan Soal Sita Aset di Belanda

Perusahaan migas asal negeri jiran Malaysia siap menantang balik klaim ahli waris Sultan Sulu tentang penyitaan aset di negeri kincir angin Belanda.

TribunBatam.id/Petronas.com
Logo Perusahaan minyak dan gas asal Malaysia, Petronas. Perusahaan asal negeri jiran ini merespons klaim ahli waris Sultan Sulu terkait sejumlah aset di Eropa. 

MALAYSIA, TRIBUNBATAM.id - Polemik antara perusahaan minyak asal negeri jiran Malaysia, Petronas dengan ahli waris Sultan Sulu kembali berlanjut.

Yang terbaru, perusahaan minyak asal negeri jiran Malaysia, Petronas bereaksi hingga berencana menantang klaim dari ahli waris Sultan Sulu mengenai aset-asetnya.

Pernyataan perusahaan minyak asal negeri jiran Malaysia, Petronas itu merespons pernyataan ahli waris Sultan Sulu terakhir pada Kamis (29/9/2022) yang meminta pengadilan Belanda untuk menyita sejumlah aset Malaysia di Belanda.

Sejumlah aset tersebut beberapa di antaranya adalah milik perusahaan besar Malaysia yang beroperasi di Belanda, termasuk Petronas.

Pemerintah Malaysia membalas pada Jumat (30/9/2022) bahwa mereka akan mengambil langkah hukum permintaan dari ahli waris Sultan Sulu.

Baca juga: Hari Ini, Johan Nelayan yang Ditangkap APM Malaysia Kembali ke Natuna

Petronas yang dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah Malaysia ini memiliki beberapa anak perusahaan yang berkantor pusat di Belanda.

Petronas mempertahankan pandangannya bahwa setiap tindakan yang dimaksudkan menargetkan Petronas sehubungan dengan kasus ini tidak berdasar. Petronas akan terus mempertahankan posisi hukumnya” kata Petronas dalam sebuah pernyataan email kepada Reuters.

Sultan Sulu menargetkan aset-aset Malaysia di luar negeri setelah Pemerintah 'Negeri Jiran' menolak mengakui putusan arbitrase dari pengadilan Perancis pada Februari.

Dalam putusan tersebut, Malaysia disebut mengingkari perjanjian sewa tanah pada 1878.

Kesultanan Sulu dulunya mencakup sejumlah pulau di Filipina selatan dan sebagian Pulau Kalimantan.

Pada 1878, Sultan Sulu kala itu menandatangai perjanjian dengan dua kolonis Eropa dalam pemanfaatan wilayahnya.

Baca juga: MotoGP Aragon 2021 - Jake Dixon jadi Tandem Baru Valentino Rossi di Petronas Yamaha SRT

Namun seiring berjalannya waktu, berbagai perubahan terjadi hingga akhirnya sebagian wilayah Kesultanan Sulu masuk wilayah Malaysia ketika “Negeri Jiran” merdeka.

Malaysia menghormati kesepakatan itu dan membayar keturunan Sultan Sulu sekitar 1.000 dollar AS (sekitar Rp 15 juta) dalam setahun.

Akan tetapi, semua berubah pada 2013.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved