Rabu, 29 April 2026

BERITA KECELAKAAN

Kecelakaan di Jalan Trans Kalimantan, Sopir Toyota Calya Tewas

Polisi terkendala tidak adanya saksi yang melihat kecelakaan di Jalan Trans Kalimantan hingga satu orang sopir Toyota Calya meninggal dunia.

Tayang:
TribunBatam.id via TribunKalteng.com
Jenazah korban kecelakaan di Km 47 Jalan Trans Kalimantan saat dibawa ke ruang jenazah Kamboja RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya, Senin (3/10/2022). Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan ini. 

PALANGKARAYA, TRIBUNBATAM.id - Anggota Satlantas Polresta Palangkaraya masih mendalami penyebab kecelakaan antara mobil Toyota Calya dengan sepeda motor Honda Blade di Jalan Trans Kalimantan, Senin (3/10/2022) pagi.

Dalam kecelakaan di Jalan Trans Kalimantan ini, anggota Satlantas Polres Palangkaraya melaporkan satu orang meninggal dunia dalam lakalantas ini.

Banit Turjawali Satlantas Polresta Palangkaraya Aipda Apriansyah mengungkap, korban meninggal dunia dalam kecelakaan di Jalan Trans Kalimantan ini merupakan sopir mobil Toyot Calya dengan nomor polisi KH 1012 GL berinisial Sk (38).

Polisi terkendala untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan karena pada saat kejadian tidak ada saksi yang melihat kejadian itu.

Aipda Apriansyah menjelaskan, kecelakaan terhadi di Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di Jalan Tjilik Riwut Km 47, Bukit Batu, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Baca juga: Kecelakaan di Karimun, Polisi Ungkap Sebab Toyota Avanza Hingga Masuk Parit

Insiden laka lantas tersebut melibatkan mobil Cayla dengan nomor polisi KH 1012 GL dan motor Honda Blade dengan nopol KH 5799 NT.

Korban berinisial SK (38) harus meregang nyawa di tempat kejadian perkara (TKP) sebelum mendapatkan perawatan medis.

Kecelakaan terjadi saat korban tengah berkendara dari arah Kota Palangkaraya menuju Sampit.

“Kemudian mobil Cayla melaju dari arah Sampit menuju Kota Palangkaraya ditumpangi oleh 3 orang penumpang dan 1 orang pengemudi,” terangnya.

Aipda Apriansyah mengungkap dari keempat orang yang berada di dalam mobil, 3 penumpang mengalami luka-luka namun tidak dengan pengemudi mobil minibus tersebut.

Sementara itu, pengemudi dan ketiga penumpang lainnya telah dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Tangkiking, untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.

Ketiga penumpang tersebut merupakan seorang laki-laki, seorang perempuan, dan seorang anak berusian 5 tahun

Adapun untuk korban meninggal dunia dievakuasi oleh Unit Laka Satlantas Polresta Palangkaraya, Tim Emergency Response Palangkaraya (ERP) dan LazizMu.

Baca juga: Kecelakaan di Batam Hari Ini Dekat Dam Muka Kuning, Kondisi Mobil Hancur

“Korban akan dibawa ke RSUD Dr Doris Sylvanus untuk dilakukan visum et repertum oleh Dokter Forensik. Kami masih melakukan oleh TKP dan memeriksa pengemudi mobil Cayla, guna mengetahui penyebab terjadinya laka lantas maut tersebut,” tutup Aipda Apriansyah.

OPERASI Zebra Telabang 2022

Polda akan melaksanakan Operasi Zebra Telabang 2022 Se Kalteng, kegiatan tersebut digelar upaya menekan angka kecelakaan lalulintas.

Operasi Zebra Telabang 2022 resmi kembali digelar oleh Polda Kalteng, Senin (3/10/2022).

Kegiatan Operasi Zebra telabang 2022 tersebut resmi dibuka pada Halaman Barigas Mapolda Kalteng, Jalan Tjilik Riwut Km 1, Palangka, Jekan Raya, Kota Palangkaray, Kalimantan Tengah.

“Operasi Zebra Telabang 2022 akan dimulai pada 3 Oktober hingga 16 Oktober 2022 di seluruh wilayah Kalimantan Tengah,” terang Wakapolda Kalteng, Irjen Pol Ida Oetari.

Ia menambahkan Operasi Zebra bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar patuh pada aturan lalu lintas dalam berkendara.

Di sisi lain, operasi juga sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kalimantan Tengah.

Baca juga: Kecelakaan Tunggal Truk di Tol, Kemacetan Hingga 15 KM, Warga Diminta Cari Jalan Lain

Operasi Zebra Telabang 2022 resmi dilaksanakan dengan ditandai penyematan tanda pita warna biru-putih oleh Wakapolda Kalteng kepada perwakilan antara lain, personel Ditlantas, Brimob, personel POM TNI, dan personel Dinas Perhubungan.

“Perlu dilakukan berbagai upaya, salah satunya dengan bekerja sama anatar seluruh stakeholder terkait, dalam mendukung dan menunjang pelaksaan tugas operasi ini,” terang Wakapolda.

Tak hanya itu, Jenderal bintang dua itu juga menjelaskan sasaran pada Operasi Zebra Telabang 2022.

“Terdapat 7 sasaran yakni berkendara sambil bermain handphone, pengemudi di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, dan tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI),” urainya.

Ia melanjutkan, mengemudi dalam pengaruh alkohol, pengendara kendaraan bermotor melawan arus, dan terakhir dilarang berkendara melebihi batas kecepatan maksimum.

“Diharapkan adanya pelaksanaan operasi ini dapat menekan jumlah korban fatalitas laka lantas dan meminimalisir kemancetan serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas)," harap Irjen Pol Ida Oetari.

Baca juga: Arti Mimpi Kecelakaan, Bikin Jantungan Nggak Melulu Bermakna Buruk

Polda Kalteng sendiri menerjunkan sedikitnya 104 personel dari Ditlantas Polda Kalteng dan jajarannya dalam Operasi Zebra Telabang 2022.

Wakapolda Kalteng meminta seluruh personel untuk mengedepankan prinsip keselamatan dan keamanan dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Petugas juga harus mengedepankan simpatik dan humanis, serta mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dalam pelaksanaan tugas,” tutup Irjen Pol Ida Oetari.

Pada kegiatan tersebut turut dihadiri pejabat utama Polda Kalteng, Kasiintel Korem 102 Panju Panjung, Danden POM XII/2 Palangka Raya, Kadishub Prov Kalteng, dan personel gabungan Operasi Zebra.

Serta upacara dan pembukaan operasi tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Kalteng Irjen Pol Ida Oetari mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Nanang Avianto.(TribunBatam.id) (TribunKalteng.com/Pangkan B)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: TribunKalteng.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved