Breaking News:

TRAGEDI KANJURUHAN

Sugeng Trauma Tragedi Kanjuruhan, Sempat Buka Satu Persatu Kantong Mayat Cari Sang Anak

Sugeng (50) ayah satu di antara korban luka tragedi Kanjuruhan trauma dan akan melarang anaknya menonton pertandingan sepak bola langsung di stadion.

Editor: Anne Maria
(SURYA.CO.ID/Ipunk Purwanto)
Suporter Arema FC, Aremania menerobos ke dalam lapangan usai Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 dalam laga lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). 

TRIBUNBATAM.id, MALANG- Sugeng (50) satu di antara orangtua korban luka-luka akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan mengaku trauma.

Bagaimana tidak, Sugeng sempat panik mencari keberadaan sang anak yang diketahuinya menonton pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan.

Ia tak tahu bagaimana kondisi sang anak, kala itu. Ada sekitar lima rumah sakit yang didatanginya.

Saking cemasnya, tak menemukan sang anak di ruang perawatan, Sugeng sampai membuka satu per satu kantung berisi mayat korban itu.

Sugeng menyebut dirinya telah membuka lebih dari 50 kantong mayat di beberapa rumah sakit.

"Saya melihat sendiri jenazah begitu banyaknya untuk cari anak saya. Saya buka (kantong) jenazah lebih dari 50 di dua rumah sakit. Waduh saya enggak bisa mikir. Saya mikiri kondisi kuat saja," ungkapnya.

Ditemui TribunJatim.com di depan IGD RSSA Kota Malang, Senin (3/10/2022). Sugeng mengaku trauma.

Baca juga: Viral Anggota TNI Tendang Aremania Kala Tragedi Kanjuruhan, Pangdam V/Brawijaya: Sedang Diproses

Baca juga: Ade Armando Sebut Suporter Arema Penyebab Tragedi Kanjuruhan, Disebut Gagal Hayati Duka Korban

Sugeng (50) ayahanda Risky Dendi Nugroho (19), satu diantara puluhan orang korban luka akibat tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, yang dirawat di RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Sugeng (50) ayahanda Risky Dendi Nugroho (19), satu diantara puluhan orang korban luka akibat tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, yang dirawat di RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. (TRIBUNJATIM.COM/ Luhur Pambudi)

Ia secara tegas, tidak bakal mengizinkan sang anak menonton pertandingan sepak bola secara langsung di dalam stadion.

Sugeng memutuskan akan melarang anaknya menonton pertandingan sepak bola langsung di stadion.

Sugeng trauma tragedi Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang menewaskan ratusan suporter.

Anaknya yang baru lulus SMA bernama Risky Dendi Nugroho (19) juga menjadi satu diantara ratusan orang korban luka berat yang harus dirawat inap di RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Kakek dua cucu yang sehari-hari berjualan nasi goreng tersebut, mengatakan, anaknya masih harus dirawat karena sang anak terlalu banyak menghirup gas air mata yang dilontarkan aparat ke tribun penonton, saat terjadinya kerusuhan di dalam stadion Kanjuruhan.

"Ya traumanya seperti ini, masalah keamanan kok gak seperti diharapkan. Kok terjadi seperti ini. Apalagi sampai meninggal sebegitu banyaknya," kata Sugeng.

Apalagi saat teringat bagaimana dirinya berupaya mencari keberadaan sang anak yang sempat hilang, saat insiden kelabu Sabtu (1/10/2022) malam terjadi.

Jikalau memang terpaksa, paling, Sugeng akan meminta sang anak menyaksikan pertandingan sepak bola melalui layar kaca televisi.

"Ya enggak. Usah melihat seperti itu, gak usah lihat sepak bola, kalau mau lihat ya dari TV aja.
Keamanan Stadion harus ditingkatkan. Ya soal kemarin (gas air mata) dari mana asal usulnya ya dari aparat kemarin," pungkasnya.

(Tribunjatim/Luhur Pambudi)

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Cerita Pilu Ortu Korban Luka Tragedi Kanjuruhan, Larang Sang Anak Nonton Sepak Bola di Stadion

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved