Breaking News:

TRAGEDI KANJURUHAN

Cerita Lengkap Yohanes Prasetyo yang Minta ke Polisi Tak Tembak Gas Air Mata Kala Tragedi Kanjuruhan

Satu saksi hidup tragedi Kanjuruhan, Yohanes Prasetyo ceritakan momen saat dirinya inisiatif untuk memohon pada polisi untuk tak tembak gas air mata.

Editor: Anne Maria
YouTube Najwa Shihab
Yohanes Prasetyo, sosok yang berinisiatif untuk turun ke lapangan dan memohon kepada polisi agar tidak menembakkan gas air mata saat tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022). 

TRIBUNBATAM.id- Yohanes Prasetyo menceritakan secara lengkap kisahnya saat meminta polisi jangan menembakan gas air mata kala tragedi Kanjuruhan.

Yohanes Prasetyo merupakan seorang saksi hidup kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur itu.

Ia bahkan sempat viral lantaran videonya yang mencoba memberitahukan polisi agar tidak menembak gas air mata ke arah tribun penonton.

Seperti diketahui, tragedi di Stadion Kanjuruhan menelan 131 korban jiwa dan menjadi sorotan dunia.

Pada perkembangannya, Polri telah menetapkan enam tersangka yaitu Direktur PT LIB Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Abdul Haris, Security Officer Arema FC Suko Sutrisno.

Ketiganya dijerat dengan pasal 359 KUHP dan 360 KUHP dan/atau pasal 103 juncto pasal 52 UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Sementara tiga tersangka lain yang berasal dari unsur kepolisian yaitu Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, anggota Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman, dan Kasamapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.

Baca juga: Respons Ketua PSSI Iwan Bule Mengenai Penetapan Enam Tersangka Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Baca juga: Enam Tersangka Tragedi Stadion Kanjuruhan Serta Perannya, Tiga di Antaranya Anggota Polri

Mereka disangkakan dengan pasal 359 KUHP dan/atau pasal 360 KUHP.

Diketahui, Yohanes Prasetyo merekam dirinya sendiri memohon ke polisi agar tak menembakkan gas air mata tetapi justru dibalas dengan bentakan dan pengusiran oleh seorang anggota polisi.

Yohanes mengaku sebenarnya tidak berinisiatif untuk turun ke lapangan dan meminta polisi berhenti menembakkan gas air mata ke arah tribun.

Ia mengatakan saat pertandingan selesai, ingin langsung pulang untuk bekerja.

"Saya sebenarnya nggak ada inisiatif untuk turun ke lapangan, saya ini mau pulang. Saya mau kerja setelah pulang lihat Arema," ujarnya dalam program Narasi yang ditayangkan di YouTube Najwa Shihab, Kamis (6/10/2022).

Lalu ketika dia ingin menuju ke pintu gerbang stadion, Yohanes mengatakan mendengar suara tembakan gas air mata ke arah tribun 6 dan tribun 7 Stadion Kanjuruhan.

Setelah mendengar suara tembakan itu, dirinya pun bergegas untuk keluar dari stadion.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved