CUAN CORNER
Pengusaha Cemaskan Ancaman Resesi Global 2023, Ini Dampak bagi Ekonomi Batam
Pengusaha Batam mulai mencemaskan ancaman resesi global yang diprediksi terjadi 2023 nanti. Jika resesi benar-benar terjadi, ini dampak bagi Batam.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafki Rasyid menilai, inflasi Kota Batam maupun Kepulauan Riau masih relatif terkendali memasuki pertengahan semester 1 tahun 2022 ini.
Meski kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sempat membuat kehebohan, tetapi menurutnya, hal itu tidak terlalu berpengaruh terhadap inflasi baik kota maupun provinsi.
Dampak kenaikan pun dapat diredam oleh pemerintah, contohnya melalui penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat.
Apindo Batam memperkirakan inflasi di tahun 2022 ini berkisar antara 5 sampai 6 persen.
Prediksi ini memang terbilang lebih tinggi dibanding inflasi tahun lalu yang hanya di bawah 5 persen.
Namun menurut prakiraan, inflasi tahun ini juga masih relatif terkendali.
"Artinya, dampaknya terhadap perekonomian secara keseluruhan tidak begitu buruk," ujar Rafki, ketika dihubungi, Minggu (9/10/2022).
Pihak pengusaha justru mengkhawatirkan ancaman resesi global di tahun 2023 mendatang.
Baca juga: Emas Antam dan UBS Stagnan di Awal Pekan, Cek Detail Harganya per 10 Oktober 2022
Jika benar terjadi, maka resesi global akan menekan permintaan (demand) terhadap barang-barang yang diproduksi di Batam.
Sebab, masyarakat dunia yang mengalami resesi akan lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan pokok dan energi ketimbang barang-barang elektronik yang dominan menjadi komoditas produksi Batam.
Sehingga, Rafki menambahkan, resesi global cukup mengancam perekonomian Batam di tahun 2023.
"Kami berharap pemerintah sudah membuat langkah-langkah antisipasi jika resesi ini benar terjadi," harap Rafki.
Ia menyarankan, pemerintah perlu mempersiapkan insentif untuk para pengusaha agar gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan tidak terjadi.
Insentif tersebut bisa diberikan dalam bentuk fiskal maupun non fiskal, juga bisa diikuti bantuan berupa restrukturisasi atau pun keringanan kredit perbankan.
"Kami tentunya berdoa kalau resesi global ini tidak begitu berdampak pada industri yang ada di Batam," kata Rafki. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/10102022Ketua-Apindo-Batam-Rafki-Rasyid.jpg)