KASUS NARKOBA
Beda Pernyataan Polri Soal Kabar Irjen Pol Teddy Minahasa Positif Narkoba
Kabar Irjen Pol Teddy Minahasa Putra yang positif narkoba ditanggapi berbeda oleh Mabes Polri. Berikut rinciannya.
JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Mabes Polri mengeluarkan pernyataan berbeda terkait penangkapan Irjen Pol Teddy Minahasa Putra yang dikabarkan terjerat kasus narkoba.
Mabes Polri melalui Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo sebelumnya mengungkap jika Irjen Pol Teddy Minahasa yang menggantikan Irjen Pol Nico Afinta sebagai Kapolda Jatim sempat dinyatakan positif narkoba jenis amphetamin.
Hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan dari urine hingga rambut.
Teddy menggantikan Irjen Nico Afinta yang dimutasi menjadi Staf Ahli bidang Sosial dan Budaya Kapolri.
Mutasi Teddy dan Nico mengacu pada surat telegram nomor ST/2134/X/KEP/2022 tertanggal 10 Oktober 2022.
Baca juga: Setelah Irjen Teddy Minahasa, Muncul Kabar 8 Kapolda Positif Narkoba saat Tes Urine di Istana
Teddy masih menunggu pelantikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dengan demikian, belum juga menjalani serah terima jabatan di Polda Sumbar maupun di Polda Jatim.
"Ya (Irjen Teddy Minahasa positif narkoba). Dari urine, darah, rambut pakai laboratorium," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Jumat (14/10/2022) tepat pukul 15.06 WIB.
Dedi memastikan bahwa Irjen Teddy tak menjalani tes urine saat mengikuti pengarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Kapolda dan Kapolres di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (14/10/2022).
Namun, dia dinyatakan positif narkoba saat menjalani pemeriksaan urine di tempat yang lain.
Kemudian pada hari yang sama, tepatnya pukul 16.05 WIB, Dedy mengirim pesan WhatsApp yang isinya membantah berita yang tersebar di media termasuk Tribunnews.com.
"Sudah saya tanyakan ke penyidik. Info hasil periksanya negatif," tulis Dedy melalui percakapan chatting aplikasi Whatsapp.
Irjen Dedy masih enggan merinci detil kasus yang kini membelit Irjen Teddy.
Baca juga: Sosok Kapolda Jatim Teddy Minahasa yang Kabarnya Ditangkap Kasus Narkoba, Dirilis Kapolri Sore Ini
"Masuk istana hanya surat keterangan bebas Covid nggak ada test urine segala," ungkapnya.
Di sisi lain, Dedi juga membantah ada 8 Kapolda yang positif narkoba saat mengikuti pengarahan Jokowi di Istana.
"Isu yang lain hoaks," tegasnya.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebelumnya telah memberikan pernyataannya terkait Irjen Pol Teddy Minahasa Putra.
Menurut Kapolri, ini bagian dari dari komitmen kami menindak tegas, terkait hal-hal yang dikatakan presiden soal judi online, narkoba dan komitmen kami bersih-bersih di institusi Polri.
"Setelah ini kami tindaklanjuti apa arahan Bapak Presiden. Semua anggota mulai pangkat terbawah paham dan mengerti dan tinggal melaksanakan," kata Kapolri.
BLAK Blakan Kapolri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengakui bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri menurun karena berbagai dinamika yang terjadi belakangan ini.
Pernyataan ini Sigit sampaikan di hadapan jajarannya ketika memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10/2022).
Polri belakangan disorot pascaperistiwa pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang melibatkan mantan Kepala Divisi Profesi dan Penagamanan (Propam Polri) Ferdy Sambo.
Belum tuntas urusan Sambo, terjadi tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, yang menewaskan lebih dari 130 orang pada Sabtu (1/10/2022).
Baca juga: Teddy Pardiyana Ditetapkan Sebagai Tersangka Atas Laporan Rizky Febian, Nasib Bintang Disorot
Tragedi Kanjuruhan itu diduga dipicu oleh tembakan gas air mata aparat kepolisian.
"Kami menyadari bahwa dalam beberapa waktu terakhir ini Polri mengalami penurunan tingkat kepercayaan publik akibat kejadian-kejadian menonjol yang berdampak negatif dan menjadi perhatian publik," kata Sigit di Istana, Jumat.
Merespons situasi tersebut, kata Sigit, pihaknya terus berupaya melakukan evaluasi dan mengungkap rangkaian peristiwa ini sebagaimana arahan Presiden Jokowi.
Sigit mengeklaim, Polri siap mengarahkan segala upaya untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi yang ia pimpin.
Langkah ini sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab Polri untuk mewujudkan harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang adil.
"Menjaga marwah Polri melalui program transformasi menuju Polri yang presisi untuk melaksanakan tugas pokok Polri, menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat serta menegakkan hukum," ujar Sigit.
Sigit mengatakan, pembenahan yang akan dilakukan Polri merupakan bagian dari reformasi struktural, instrumental, dan kultural institusi Bhayangkara yang sejalan dengan arahan Presiden Jokowi.
Baca juga: Teddy Semakin Kurus, Sebut Mendiang Lina Jubaedah Tak Tenang karena Anak Sule
"Polisi bukan sekedar profesi, tapi juga sebuah jalan untuk mengabdi dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi Polri," kata dia.
Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran Polri lainnya ke Istana Negara untuk mengikuti pengarahan pada Jumat (14/10/2022).
Dalam pengarahan tersebut, para personel kepolisian tidak diperbolehkan membawa ajudan dan ponsel.
Mereka hanya diperkenankan membawa catatan.(TribunBatam.id) (Tribunnews.com/Igman Ibrahim)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google
Sumber: Tribunnews.com