Sabtu, 25 April 2026

PERBANKAN

Deretan Upaya OJK Kepri untuk Antisipasi Ancaman Resesi Global 2023

OJK Perwakilan Kepri menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi ancaman resesi global yang diprediksi akan terjadi tahun 2023 mendatang.

TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utama
Kepala Perwakilan OJK Kepulauan Riau (Kepri), Rony Ukurta Barus mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap optimis kinerja perbankan dan entitas keuangan tetap bisa bertahan. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Menghadapi ancamana resesi global yang diprediksi tahun 2023 terjadi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap optimis kinerja perbankan dan entitas keuangan tetap bisa bertahan.

Kepala Perwakilan OJK Kepulauan Riau (Kepri), Rony Ukurta Barus, mengungkapkan, pihaknya akan mengikuti langkah-langkah antisipasi dampak resesi di wilayah Kepri, sebagaimana yang sudah diarahkan dari pusat.

"Kemungkinan ancaman resesi itu selalu ada, tetapi kami tetap optimis dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi," ujar Rony, Minggu (16/10/2022).

Pertama, OJK terus memantau dan memastikan likuiditas di sektor jasa keuangan dan perbankan.

Dalam hal ini, Rony menilai ke dua sektor tersebut masih cukup likuid, kendati ada beberapa yang mengalami krisis atau penurunan, sektor jasa keuangan dan perbankan masih bisa bertahan serta mengantisipasi potensi risiko dan intermediasi.

Pihaknya pun meminta lembaga jasa keuangan untuk mengevaluasi perkembangan kondisi ekonomi dunia serta risikonya terhadap kinerja masing-masing lembaga.

Baca juga: DAFTAR Pinjol Ilegal atau Bodong yang Dirilis OJK, Kenali Jangan Sampai Tertipu

Dengan ini, lembaga jasa keuangan akan memahami langkah apa yang tepat untuk mengantisipasi krisis yang mungkin terjadi.

Ketiga, OJK akan meminta lembaga jasa keuangan mencermati risiko kredit di sektor-sektor ekonomi dengan konsumsi energi yang tinggi serta yang berhubungan erat dengan siklus harga komoditas.

"Sebab, kebutuhan kita tidak hanya dipasok dari dalam negeri melainkan juga luar negeri. Perlu juga perhatikan, misalnya apakah kurs melemah berpengaruh terhadap debitur atau tidak," jelas Rony.

Langkah selanjutnya, OJK akan mempertahankan beberapa kebijakan yang telah dijalankan untuk mengelola volatilitas dan menghadapi tantangan yang mungkin terjadi di pasar modal domestik. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved