Breaking News:

BERITA CHINA

China dan Amerika Serikat Mesra, Dua Menlu Berbincang Pembatasan Ekspor

Menlu China dan Amerika Serikat berhubungan meski hanya via suara membahas hubungan bilateral, salah satunya pembatasan ekspor.

ABC NEWS/JARROD FANKHAUSER via ABC INDONESIA via kompas.com
Ilustrasi hubungan China dengan Amerika Serikat. Dua Menterl Luar Negeri atau Menlu mereka saling berhubungan membahas hubungan bilateral. 

CHINA, TRIBUNBATAM.id - Hubungan China dan Amerika Serikat dilaporkan mulai mesra.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menlu Amerika Serikat Antony Blinken saat menghubungi via sambungan seluler pada Senin waktu setempat.

Dalam percakapan antara dua Menlu China dan Amerika Serikat itu untuk membahas hubungan bilateral kedua negara pemimpin ekonomi dunia itu.

Wang Yi mengatakan jika kebijakan terbaru Amerika Serikat terkait pembatasan ekspor dan investasi China merupakan pelanggaran atas kesepakatan perdagangan bebas bilateral.

Menurut dia, kebijakan tersebut harus segera dievaluasi karena mengganggu kepentingan China yang sah.

HUBUNGAN China dan Amerika Serikat

Pemerintah China sebelumnya bereaksi keras setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden mengeluarkan pernyataan yang menyulut emosi Beijing.

Baca juga: Presiden China Xi Jinping dan Jokowi Bakal Pantau Peluncuran Kereta Cepat Jakarta Bandung

Pemerintah China bereaksi setelah Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menyebut jika pasukan 'Negeri Paman Sam' akan membela Taiwan jika China menginvasi negara itu.

Ini diketahui bukan yang pertama China bereaksi keras ke Amerika Serikat karena mendukung Taiwan.

China sebelumnya dibuat gusar dengan kunjungan sejumlah wakil rakyat Amerika Serikat, termasuk Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi ke Taiwan pada awal Agustus 2022.

Sebagai balasan, China menggelar latihan perang dekat dengan perbatasan Taiwan, sekaligus unjuk gigi kekuatan militer mereka ke Amerika Serikat.

Merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, pemerintah China melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Cina, Mao Ning menyatakan Cina berhak untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan dalam menanggapi kegiatan yang memecah belah bangsa.

Baca juga: China Lockdown Sejumlah Kota Termasuk Wuhan, Ambisi Xi Jinping Demi Nol Covid-19

Kemlu Cina mengeluarkan pernyataan tersebut pada Senin (19/9/2022) seperti dilaporkan Reuters.

"Kami bersedia melakukan yang terbaik untuk memperjuangkan reunifikasi damai. Pada saat yang sama, kami tidak akan mentolerir setiap kegiatan yang bertujuan untuk memisahkan diri," kata Mao pada pengarahan pers reguler.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved