Breaking News:

BATAM TERKINI

Cegah Penyelundupan TKI Ilegal, Bakamla RI dan Malaysia Patroli Bersama di Perbatasan

Untuk mencegah pengiriman TKI ilegal, Bakamla RI dan Malaysia melakukan patroli gabungan di perairan perbatasan dua negara, Sabtu (6/11/2022).

ISTIMEWA
Patroli gabungan antara Bakamla RI dan Malaysia di perairan perbatasan Selat Malaka. Patroli bersama ini untuk mencegah pengiriman TKI ilegal dan penyelundupan barang secara ilegal.  

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Untuk mencegah penyelundupan TKI ilegal dan perlindungan nelayan, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI bersama Malaysia melakukan patroli gabungan di perairan perbatasan Indonesia - Malaysia, Sabtu (6/11/2022).

Dalam operasi bertajuk optika Malindo 29B/22, ada dua unsur kapal yang dikerahkan, yakni KN Belut Laut -406 milik Bakamla dan KM Marudu milik Malaysia. 

Melakukan operasi, dua kapal itu bertemu di titik Rendezvous (RV) di perairan Selat Malaka, perbatasan Indonesia - Malaysia.

Komandan KN Belut Laut-406 Letkol Bakamla Eko Yudi Mardianto mengatakan patroli Malindo -29B/22 ini merupakan bentuk kolaborasi dengan maritim Malaysia dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan. 

Target operasinya, yakni mencegah penyelundupan TKI secara ilegal dan mengawasi masuknya barang-barang terlarang seperti elektronik, narkoba, dan minuman keras tak luput menjadi target dalam operasi ini.

Baca juga: Pemko Tanjungpinang Bakal Salurkan BLT BBM, Dana dari APBDP Kota dan Provinsi

Rangkaian kegiatan operasi Optima Malindo-29B/22 yang dilakukan di antaranya KN Belut Laut-406 passing exercise starboard to starboard, penghormatan lambung kanan, KM Marudu sandar lambung kiri pada lambung kanan KN Belut Laut-406 dan pertukaran informasi. 

Setelah itu, patroli bersama dilaksanakan bersama-sama dalam mengamankan wilayah perbatasan. 

Adapun KN Belut Laut-406 dalam patrolinya mengutamakan perlindungan nelayan Indonesia, sesuai dengan perintah Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia. 

Tentu dalam perlindungan nelayan, juga memberikan perhatian khusus agar tidak masuk ke perairan Malaysia. 

"Terlebih, ini bukti nyata bahwa Bakamla hadir di daerah perbatasan untuk melindungi nelayan Indonesia," ujar Letkol Bakamla Eko Yudi Mardianto. ( TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved