Bank Indonesia Prediksi Ekonomi di Kepri Akan Terus Membaik, Ini Alasannya
Ekonomi di Kepri diperkirakan akan terus membaik. BI melihat ada sejumlah sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Kepri. Apa saja?
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2022 diperkirakan membaik, berkisar 4 sampai 4,8 persen.
Bank Indonesia Provinsi Kepri memperkirakan, perbaikan ekonomi terus berlanjut seiring pandemi Covid-19 yang sudah terkendali, dan progres vaksinasi yang mendorong terbentuknya herd immunity.
"Dengan demikian, di tahun ini mobilitas masyarakat dan barang akan meningkat, yang mana juga meningkatkan konsumsi dan pariwisata," ujar Kepala Tim Implementasi KEKDA Bank Indonesia Kepri, Miftachul Choiri.
Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh investasi, konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan ekspor impor.
Faktor pendorong investasi sendiri, didorong optimisme investor terhadap perbaikan ekonomi ke depan.
Sementara itu, dari segi konsumsi pemerintah, belanja diperkirakan akan lebih tinggi, stimulus fiskal masih berlanjut di 2022, pemulihan ekonomi akan meningkatkan PAD, serta penerapan sistem informasi dan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah yang lebih baik akan meningkatkan PAD.
Baca juga: GRATIS, Belajar Tahfidz dan Tilawah di Qur’an Center Syahrul Qur’an Tanjungpinang
Kemudian, dari segi ekspor impor, harga komoditas dunia akan membaik seiring peningkatan permintaan, dan peningkatan kapasitas/infrastruktur.
Walaupun, terdapat risiko seperti perlambatan permintaan produk elektronik, kelangkaan dan kenaikan biaya kontainer, dan Zero Covid Policy dari negara mitra dagang.
Secara eksternal, perbaikan ekonomi global akan mendorong permintaan ekspor dan meningkatnya realisasi investasi asing.
Pemulihan ekonomi ini akan didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Meningkatnya aktivitas ekonomi global dan domestik mendorong perbaikan dua lapangan usaha yaitu industri pengolahan dan konstruksi.
Meski demikian, tekanan inflasi diprediksi masih meningkat di tahun ini, seiring dengan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pangan.
Adapun upaya pengendalian inflasi dijalankan melalui strategi 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif).
"Strategi 4K perlu dioptimalkan untuk tetap menjaga inflasi dalam rentang 3 atau lebih kurang 1 persen," tambah Miftachul. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-pertumbuhan-ekonomi.jpg)