Breaking News:

BATAM TERKINI

Richard Pasaribu Apresiasi Pemko Batam, Tampung P3K Guru Agama Kristen

Anggota DPD RI asal Kepri, Richard Pasaribu mengapresiasi Pemko Batam karena telah menampung aspirasi warga umat Kristen yang ada di Batam.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
Dr Richard Pasaribu untuk Tribun Batam
Dr Richard Pasaribu saat menerima aspirasi dari para pendeta HKBP Distrik Kepri terkait kekurangan guru agama kristen di Batam. 

BATAM,  TRIBUNBATAM.id - Anggota DPD RI asal Kepri, Richard Pasaribu menerima aspirasi dari para pendeta HKBP Distrik XX Kepri terkait kekurangan guru agama Kristen di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Aspirasi ini juga sudah disampaikan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Ia menilai, kekurangan Guru PAK ini sudah menjadi masalah selama ini, karena Formasi P3K untuk Guru PAK di tahun 2021 hanya 2 orang.

Sedangkan di tahun sebelumnya tidak ada.

"Sebagai senator atau Wakil Daerah Kepri, saya wajib dan bertanggung jawab untuk menyuarakan dan mengawal aspirasi masyarakat Kepri ini kepada mitra kerja di Pemerintah Pusat, yaitu Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB)," tutur pria lulusan doktor manajemen strategi Universitas Indonesia ini.

Senator DPD RI Dapil Kepri ini menyampaikan telah membaca formasi yang telah dikeluarkan oleh Pemko Batam dalam surat pengumuman dengan nomor : K/487/KP.02.01/XI/2022 tentang seleksi P3K untuk jabatan fungsional guru di lingkungan Pemko Batam tahun 2022.

Baca juga: KISAH Pilu Abdul, Pelihara 9 Sapi untuk Modal Haji, Kini Semua Mati Tersambar Petir

Terdapat kurang lebih 81 formasi yang disiapkan oleh Pemko Batam untuk Guru PAK baik yang Kristen maupun Katholik, di samping agama lainnya dan mata pelajaran lainnya.

Ia juga mengapresiasi Pemko Batam karena telah menampung aspirasi warga umat Kristen yang ada di Batam.

Khususnya mengenai Formasi Pengadaan Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK).

"Saya melihat ini hal luar biasa yang harus kita apresiasi dari Pemerintah kita yang siap mendengar aspirasi rakyat. Saya melihat ini juga buah kolaborasi dari Lembaga Aras Gereja seperti PGI, PGPI, PGPI, GMAHK, PBI, Katolik, termasuk BKAG dan Kemenag Kristen yang ada di Kepri maupun di Kota Batam, yang konsisten memperjuangkan aspirasi ini. Begitu juga Anggota DPRD kita yang ada di Batam dan daerah," katanya.

Aspirasi ini juga berasal dari peranan masyarakat sipil yang masih kritis bersuara seperti Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Gerakan Siswa Kristen Indonesii (GSKI), Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), baik yang ada di Provinsi Kepri maupun Kota Batam. Termasuk Forum Guru PAK dan lain-lain.

Richard berharap kolaborasi ini tetap berlanjut. Hal ini bukti sinergi legislator dan kelompok masyarakat yang memperjuangkan hak. 

"Tentu kita juga harus objektif bahwa Pemerintah kita responsif terhadap aspirasi umat Kristen khususnya yang ada di Kota Batam. Kenyataannya aspirasi ini sudah menahun di kalangan umat dan menjadi persoalan yang mendasar karena terkait tentang pendidikan agama sebagai basis moral dan masa depan anak-anak kita," kata Richard. ( TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved