Rabu, 15 April 2026

BERITA KECELAKAAN

KECELAKAAN MAUT, Suzuki Swift Tersambar Kereta Api hingga Remuk, 3 Orang Tewas

Sebuah mobil Suzuki Swift tersambar kereta api perlintasan tanpa palang pintu di Leuwidahu hingga menyebabkan 3 orang tewas dan satu lagi kritis.

KOMPAS.COM
Empat pemuda menjadi korban kecelakaan maut antara mobil dan kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Leuwidahu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (13/11/2022) dini hari. 

TRIBUNBATAM.id - Empat pemuda menjadi korban kecelakaan maut antara mobil dan kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Leuwidahu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (13/11/2022) dini hari.

Akibat kecelakaan tersebut, 3 orang tewas dan satu orang lagi masih kritis. 

Tiga korban meninggal adalah Rizky Rahmatullah (19) warga Mangkubumi, Tasikmalaya yang meninggal di lokasi.

Sementara dua rekannya yakni Alif Mutaqin (19) dan Mulaqi Robbu Muflihin (19) meninggal saat dirawat di rumah sakit.

Untuk satu korban kritis adalah Aslan Hidayatullah (19), warga Perum Bumi Teluk Jambe Timur, Tasikmalaya.

Tak ada saksi mata yang melihat kecelakaan maut mobil Suzuki Swift disambar kereta api di perlintasan tanpa palang pintu Leuwidahu, Kota Tasikmalaya, Minggu (13/11/2022) sekitar pukul 04.00 WIB tersebut.

"Kami tak mengetahui persis bagaimana mobil itu bisa tertabrak kereta api," kata Wawan (43), warga setempat, yang ditemui di lokasi.

Baca juga: Lupa Matikan Kompor, Sebuah Rumah di Oku Timur Terbakar, Seorang Nenek Ikut Terpanggang

Wawan bercerita saat kecelakaan terjadi, sebagian warga sudah bangun menunggu azan shubuh. Lalu mereka dikejutkan dengan suara benturan cukup keras dari arah perlintasan tanpa palang pintu.

Warga pun berhamburan ke luar rumah dan mendapati mobil Suzuki Swift merah tersebut sudah terlempar sejauh 20 meter di sisi kiri rel dari arah Bandung.

"Saat didekati terlihat ada empat orang di dalamnya termasuk sopir. Seluruhnya terlihat terluka parah dan tak ada yang sadar. Karenanya kami tak berani bertindak takut salah," ujar Wawan.

Kondisi mobil berplat nomor Z 1315 HF itu pun mengalami rusak berat di bagian kiri.

Bahkan keempat rodanya copot akibat velgnya hancur.

Akibat terseret kereta dengan posisi menyamping.

Warga segera melaporkan musibah itu ke Polres Tasikmalaya Kota.

Setelah polisi datang, barulah mereka membantu melakukan evakuasi para korban.

"Saat itulah diketahui oleh polisi, salah seorang sudah meninggal. Upaya mengeluarkan para korban cukup sulit karena kondisi medan. Apalagi ada yang terjepit kabin," ujar Wawan.

Setelah berhasil dievakuasi, para korban langsung dibawa ke RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya.

Sementara KA Serayu relasi Pasar Senen-Purwokerto yang sempat berhenti, meneruskan perjalanan ke arah Stasiun Tasikmalaya.

Rumah Duka Ramai Pelayat

Sementara itu, rumah duka Alif Mutaqin di Kampung Mancogeh, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Cipedes terus didatangi oleh pelayat pada Minggu (13/11/2022) sore.

Taufik Mutaqin (51) bercerita anaknya pamit mau pergi ke obyek wisata pemandian air panas Citiis di kaki Gunung Galunggung, Sabtu (12/11/2022) malam.

"Saya sebenarnya sudah tak mengizinkan. Namun ternyata berangkat berempat bersama teman-teman dekatnya menggunakan kendaraan roda empat. Akhirnya saya izinkan," ujar Taufik.

Menurut Taufik, keempatnya pergi ke Citiis dalam rangka mengajak Aslam (19), korban yang kini kritis, yang selama ini kuliah di Karawang.

"Mereka berempat ini teman-teman dekat. Mereka ingin mengajak main Aslan ke Citiis. Akhirnya saya izinkan Alif untuk pergi," kata Taufik.

Tanpa memiliki perasaan buruk, Taufik dikejutkan dengan kabar bahwa Alif bersama teman-temannya mengalami kecelakaan tertabrak kereta api.

Taufik bersama istrinya bergegas menuju ruang IGD RSU dr Sokeardjo, Kota Tasikmalaya.

Keduanya langsung lemas melihat Alif dalam keadaan koma akibat luka dalam di kepala, tergolek di blankar IGD sedang ditangani paramedis.

"Tidak ada firasat apa pun sebelumnya. Alif terlihat baik-baik saja. Saat itu saya tatap dia tergolek dalam keadaan koma di IGD," ucap Taufik menahan kesedihan.

Taufik dan istrinya akhirnya hanya bisa pasrah dan menangis, beberapa saat kemudian Alif menghembuskan nafas terakhirnya.

"Saya dan keluarga ikhlas atas kepergian Alif untuk selama-lamanya. Ini sudah kehendak Allah SWT," kata Taufik.

Alif adalah anak kedua dari tiga bersaudara, dan tengah menempuh pendidikan di Unsil Tasikmalaya semester III.

Alumni pondok pesantren

Ketiga korban tewas adalah alumni Pondok Pesantren Persatuan Islam (Persis) 8 Cempaka Warna, Kecamatan Cihideung. Kota Tasikmalaya.

"Kami keluarga besar Pondok Pesantren Persis 99 Rancabango mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya tiga orang santri, alumni Pesantren Cempakawarna," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Persis Rancabango Lutfi Lukman Hakim kepada Tribunjabar.id.

Ia menuturkan kejadian tertabraknya mobil yang ditumpangi keempat korban itu mengagetkan banyak pihak.

Salah satunya keluarga besar Pesantren Persatuan Islam di Kabupaten Garut.

"Insya Allah almarhum Alif Muttaqin, Rizky Rahmatullah dan Mulaaqi Robbi meninggal dalam keadaan husnul khatimah, diberi tempat terbaik oleh Allah subhanu wa ta'ala," ucapnya.

Luthfi mengajak masyarakat untuk mendoakan korban selamat agar kondisinya segera pulih.

"Untuk ananda Aslan, kami doakan segera pulih, kami juga memohon doa kepada masyarakat," ucapnya. (kompas.com)

 

 

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com

 

 

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved