Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

Banyak Pelaku Usaha Pangan di Tanjungpinang tak Cantumkan Label dan Expire Date

Hingga kini, masih banyak pelaku usaha pangan di Tanjungpinang yang belum menerapkan pelabelan dan iklan sesuai aturan yang ditetapkan.

Penulis: Rahma Tika | Editor: Tri Indaryani
Diskominfo Tanjungpinang
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes, PP, dan KB) Kota Tanjungpinang saat membahas terkait label dan iklan pangan untuk produk PIRT serta produksi rumah tangga. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Sebagian pelaku usaha pangan di Tanjungpinang masih belum menerapkan pelabelan dan iklan sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

Berdasarkan hasil evaluasi akhir tahun 2022,

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes, PP, dan KB) Kota Tanjungpinang yang membahas terkait label dan iklan pangan untuk produk PIRT serta produksi rumah tangga masih banyak ditemukan sebagian besar pelaku belum mencantumkan kode produksi.

"Padahal ini cukup penting, karena kalau terjadi kendala di lapangan bisa kita telusuri," Sub Koordinator Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan, PP, dan KB Kota Tanjungpinang Theofinus, Minggu (27/11/2022).

Selain itu, masih ada yang tidak sesuai dalam pelabelan produk pangan, seperti pencantuman berat bersih yang tidak sesuai.

Kemudian komposisi, yang seharusnya kandungan terbanyak harus dicantumkan pada susunan paling atas.

"Paling penting adalah pencantuman expired date, karena berkaitan dengan kualitas produk. Tapi masih ada produk pangan yang tidak mencantumkan tanggal kedaluarsanya," ungkapnya.

Baca juga: Gubernur Kepri Hadiri Senam Sehat Sempena HKN ke 58 di Gedung Daerah 

Sementara itu, perwakilan Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Tanjungpinang, Risa menjelaskan bahwa Badan POM telah mengeluarkan Peraturan Nomor 6 tahun 2021 tentang pengawasan periklanan pangan olahan.

Sebenarnya sebagai pelaku usaha penyedia iklan harus benar-benar mengetahui apa saja yang digunakan dalam regulasi iklan pangan ini.

"Di aturan itu dinyatakan siapa yang bisa membuat iklan dan persyaratannya seperti apa. Memang dalam peraturan disebutkan semua orang bisa membuat iklan, tapi harus memastikan iklan yang dikeluarkan itu jujur, sesuai dengan produk, dan memperhatikan larangan-larangan," jelas Risa.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat periklanan pangan, di antaranya penggunaan kalimat perbandingan paling, terbaik, atau super dalam beriklan. 

Kemudian iklan yang mengarah kepada khasiat obat, seperti mampu menyembuhkan atau menyehatkan, dan lainnya.

"Tidak boleh membuat simbol-simbol atau visualisasi anak-anak dan dilarang juga mengandung sara," katanya. ( TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)

 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved