Breaking News:

BATAM TERKINI

PEMBUNUHAN DI BATAM, Randy Ungkap Detik-detik Penganiyaan Balita Anak Pacarnya

Randy mengungkapkan kronologis penganiayaan hingga menghilangkan nyawa seorang balita berusia 4 tahun, anak pacarnya di Sei Beduk, Batam.

TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA
Pelaku Randy (20) saat menjalani rekonstruksi pembunuhan di Puskesmas Sei Pancur, Sei Beduk Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepolisian Polsek Sei Beduk menggelar rekonstruksi kasus penyiksaan hingga merenggut nyawa seorang balita berinisial MA (4) yang dilakukan oleh Randy (20), Senin (28/11/2022).

Kapolsek Sei Beduk AKP Betty Novia melalui Kanit Reskrim Polsek Sei Beduk, Iptu Yustinus Halawa mengatakan terkait kasus pembunuhan ini, ada 47 adegan yang diperagakan oleh pelaku Randy dan kekasihnya.  

"Rekonstruksi dilakukan di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pertama di kos-kosan pelaku di Perumahan Griya Piayu Asri, dan di puskesmas Sei Pancur," sebut Iptu Yustinus.

Rekonstruksi itu, sempat mengundang perhatian warga Perumahan Griya Piayu Asri dan warga Sei Beduk lainnya.

Mereka berbondong-bondong datang ke lokasi rekonstruksi karena penasaran dengan apa yang telah dilakukan oleh pelaku, termasuk proses pembunuhan tersebut.

Seperti yang diketahui, aksi bejat itu dilakukan oleh pelaku di Perumahan Griya Piayu Asri, Blok E, Nomor 2, Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam Kepulauan Riau, Kamis (3/11/2022) lalu.

MA merupakan seorang balita berjenis kelamin laki-laki anak pacar pelaku. Mereka baru satu tahun menjalin hubungan.

Baca juga: SEJUMLAH Anggota DPRD Batam Jadi Korban Kasus Tumpang Tindih Lahan BP Batam

Meski baru pacaran, namun dua minggu sebelum terjadinya pembunuhan, pelaku sudah tinggal bersama sang pacar yakni ibu korban.

Awalnya ibu korban berangkat kerja dan meninggalkan anaknya yang masih tidur bersama pelaku di rumah.

“Waktu itu pelaku sedang bermain handphone di dalam kamar. Tiba-tiba korban terbangun dan menangis mencari ibunya,” ujar Halawa.

Karena merasa terganggu dengan tangisan bocah malang tersebut, pelaku langsung melayangkan pukulan ke arah kening korban sebanyak satu kali, hingga membuat korban semakin menangis.

Tak hanya di situ, pelaku yang masih merasa jengkel langsung membekap mulut korban dengan selimut dan memukul kembali kening korban sebanyak tujuh kali.

Tidak hanya itu pelaku juga memukul paha korban menggunakan tongsis dan membanting korban sebanyak dua kali hingga bocah tak sadarkan diri.

Mengetahui anaknya dalam kondisi tak berdaya, sang ibu bersama pelaku langsung membawa korban ke Puskesmas Sei Pancur. Namun, nyawanya tak bisa tertolong lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved