Breaking News:

Tanjungpinang Wakili Kepulauan Riau Promosi Industri Halal di Turki

Kota Tanjungpinang mewakili Provinsi Kepulauan Riau promosikan industri halal di Turki. Meski begitu, Malaysia dan Thailand ungguli Indonesia.

Pixabay via TribunJogja
Bendera Turki. BP Kawasan Tanjungpinang berkontribusi mewakili Provinsi Kepulauan Riau dalam mempromosikan kawasan indsutri halal di Istanbul, Turki. 

TURKI, TRIBUNBATAM.id - Badan Pengusahaan atau BP Kawasan Tanjung Pinang promosikan kawasan ekonomi khusus untuk industri halal di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Promosi yang dilakukan BP Kawasan Tanjungpinang itu dilakukan di Turki lewat the 9th OIC Halal Expo yang diselenggarakan, 24–27 November 2022 di Istanbul.

Pameran yang dikuti BP Kawasan Tanjungpinang ini diklaim merupakan pameran produk halal terbesar di dunia.

Selain BP Kawasan Tanjungpinang, Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika atau LPPOM MUI sebagai badan regulator halal Indonesia serta dalam pameran itu.

Keikutsertaan Paviliun Indonesia tahun ini merupakan yang kedua kalinya, buah kerjasama KBRI Ankara, KJRI Istanbul dan Kementerian Perdagangan RI.

Baca juga: Batamindo Batam dan Bintan Masuk Kawasan Industri Halal

Meski begitu, ekspor produk halal Malaysia dan Thailand ke pasar luar negeri masih mengungguli Indonesia.

Fakta ini cukup menjadi sorotan karena Indonesia merupakan negara dengan populasi dengan Muslim terbesar di dunia.

Duta Besar Indonesia (Dubes RI) untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal mengatakan hal ini menjadi tantangan bagi Indonesia.

"Di Asia Tenggara misalnya, Indonesia masih tertinggal dari Thailand dan Malaysia dalam mengekspor produk halal ke dunia internasional dan ini menjadi tantangan bersama," kata Dubes RI lewat pernyataan, Senin (28/11/2022).

Hubungan historis antara Turki dan Indonesia harus menjadi dasar peningkatan hubungan ekonomi yang masih belum optimal saat ini.

Baca juga: Gubernur Kepri Ansar Ahmad Kunjungi Istambul Turki, Ini Daftar Agendanya

"Sebagai negara muslim terbesar, Indonesia harus memanfaatkan industri halal sebagai ceruk pasar," ujarnya.

Dia menganalogikan produk Nutella sebagai contoh kerjasama Turki dan Indonesia.

Produk tersebut mengandung cokelat dan minyak sawit dari Indonesia sementara hazelnut dari Turki.

“Kita butuh lebih banyak lagi Nutella-Nutella lainnya dimana Indonesia dan Turki adalah mitra yang saling melengkapi," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved