Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Pengawas Santri Lakukan Pencabulan Terhadap Santri Pria di Ponpes

Tersangka pelaku bernama Abdul Wahab Hulopi. Ia melakukan perbuatannya saat masih menjadi pengawas santri Ponpes Al Islam, Jl. Ahmad A Wahab, Pentadio

Editor: Eko Setiawan
Tribunnews.com
ilustrasi pencabulan anak, kekerasan pada anak 

TRIBUNBATAM.id, Gorontalo - Seorang pria pengawas Ponpes melakukan pencabulan terhadap Seorang santri pria.

Peristiwa pencabulan terjadi di lingkungan pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Gorontalo.

Peristiwa pencabulan tersebut menimpa santri laki-laki berusia 15 tahun.

Tersangka pelaku bernama Abdul Wahab Hulopi. Ia melakukan perbuatannya saat masih menjadi pengawas santri Ponpes Al Islam, Jl. Ahmad A Wahab, Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Abdul Wahab Hulopi saat ini tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Dalam laporan polisi yang diterima TribunGorontalo.com pada Selasa (29/11/2022), laporan terhadap Abd Wahid Hulopi di kepolisian tercatat dengan nomor LP/B/81/III/2022/SPKT/Res-Gtlo/Polda-Gtlo, tanggal 07 Maret 2022. 

Dalam sampul berkas perkara tercatat, kejadian dilakukan pelaku pada Sabtu 5 Maret 2022 lalu pukul 02.30 Wita. 

Pelaku disebutkan melancarkan aksinya di kamar santri pria di Ponpes Al Islam. Namun rupanya, itu bukan kali pertama. Sebab, pada Februari 2022 juga, ternyata pelaku melakukan hal yang sama. 

Karena itu, keluarga santri melaporkan perbuatan itu pada 7 Maret 2022 dengan tuduhan tindak pidana kekerasan seksual atau perbuatan cabul.

Menurut orang tua korban, kejadian tersebut terjadi pada bulan 5 Maret 2022. Saat itu anaknya masih berstatus sebagai siswa di pondok pesantren tersebut.

“Saya diberitahu anak saja besoknya setelah kejadian pada minggu (6/3/2022), saat ada kunjungan orang tua, di mana saat itu anak saja sudah tidak mau makan, dan menceritakan kejadian yang menimpa dirinya,” katanya, Minggu (27/11/2022).

Akibat mengalami trauma saat ini, korban memutuskan meninggalkan ponpes tersebut. Orang tuanya pun langsung melapor ke kepolisian setempat. 

“Pada Senin (7/11/2022) ketua yayasan datang ke rumah memberitahukan di mana oknum pengawas santri tersebut telah dipecat dari Ponpes tersebut, dan menyampaikan apabila keberatan saya (orang tua) di persilahkan untuk melapor ke pihak berwajib,” katanya. 

Kepala Seksi  Intelijen Kejaksaan Negeri Limboto, Yesky Wohon, Senin (28/11/2022) mengakui bahwa terduga pelaku ini tidak hanya melakukannya sekali.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved