Breaking News:

Bank Indonesia Provinsi Kepri Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kepri Tahun 2022 Capai 4,9 Persen

Bank Indonesia Wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memaparkan perkembangan perekonomian di Kepri selama tahun 2022, melalui Pertemuan Tahunan Bank

TRIBUNBATAM
Bank Indonesia Wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memaparkan perkembangan perekonomian di Kepri selama tahun 2022, melalui Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Hotel Radisson, Sukajadi, Batam, Rabu (30/11/2022). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id -  Bank Indonesia Wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memaparkan perkembangan perekonomian di Kepri selama tahun 2022, melalui Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Hotel Radisson, Sukajadi, Batam, Rabu (30/11/2022).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, dalam sambutannya yang diwakili oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri, Adidoyo Prakoso, mengungkapkan bahwa perekonomian Kepri terus mengalami perbaikan hingga tahun 2022 ini.

Pada triwulan III tahun 2022 perekonomian Kepri terus tumbuh hingga mencapai 6,03 persen (year-on-year), angka ini merupakan yang tertinggi di Sumatera.

Secara kumulatif, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kepri di triwulan III tahun 2022 tumbuh 4,63 persen, meningkat jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama di tahun 2021 yang hanya mencapai 2,79 persen.

"Dari sisi pengeluaran, perbaikan terutama didorong oleh meningkatnya kinerja ekspor dan konsumsi rumah tangga seiring dengan pelonggaran mobilitas masyarakat diikuti peningkatan kunjungan jumlah wisatawan domestik maupun asing," ujar Adidoyo.

Nilai ekspor yang mendukung pertumbuhan ekonomi Kepri masih mampu tumbuh sebesar 29,38 persen selama periode Januari - Oktober 2022. Peningkatan itu didorong ekspor migas maupun non-migas terutama produk industri manufaktur dengan pangsa 76,31 persen dari total ekspor Kepri.

Peningkatan ekspor manufaktur Kepri juga sejalan dengan pertumbuhan pada Lapangan Usaha Industri Manufaktur yang sampai dengan triwulan III tumbuh 3,77 persen. Kinerja positif tersebut terutama berasal dari industri komponen elektronik, peralatan listrik, dan industri logam dasar.

Dari sisi investasi, meski lebih rendah dari tahun sebelumnya, pertumbuhan secara kumulatif sampai triwulan III 2022 masih cukup kuat, yakni sebesar 2,54 persen. Investasi ini berpotensi meningkat pada akhir tahun terutama didorong oleh realisasi belanja modal dan infrastruktur pemerintah.

"Sementara itu, peningkatan konsumsi rumah tangga terutama didukung oleh kebijakan pelonggaran mobilitas masyarakat, sebagaimana terkonfirmasi dari indeks mobilitas dan peningkatan kinerja lapangan usaha terkait pariwisata terutama perdagangan besar, akomodasi, makan minum, dan transportasi," jelas Adidoyo.

Peningkatan konsumsi juga didorong menurunnya tingkat pengangguran terbuka dari 9,91 persen pada tahun sebelumnya menjadi 8,24 persen. Di sisi lain, kesejahteraan petani juga meningkat sebagaimana tercermin dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP).

Dengan memperhatikan capaian sampai triwulan III tersebut, perekonomian Kepri secara keseluruhan tahun 2022 diperkirakan tumbuh pada kisaran 4,1 persen sampai dengan 4,9 persen (yoy), lebih baik dari tahun sebelumnya 3,43 persen (yoy).

BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Kepri di Tahun 2023

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kepri pada tahun 2023 mendatang diperkirakan berada pada kisaran 3,9 persen sampai 4,7 persen (yoy). Perkiraan ini didasarkan atas sejumlah tantangan yang mungkin dihadapi kondisi perekonomian tahun mendatang.

Terutama dari sisi eksternal, tantangan ini sejalan dengan meningkatnya risiko perlambatan ekonomi global, diikuti dengan peningkatan inflasi dan kenaikan suku bunga sehingga berpotensi meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan global.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved