Breaking News:

Kanwil DJP Kepri

Jelang Akhir 2022, Kanwil DJP Kepri Capai 93,74 Persen dari Target Penerimaan Pajak

Jelang akhir tahun, penerimaan pajak di wilayah Provinsi Kepri sudah hampir 100 persen dari target yang ditetapkan yakni mencapai 93,74 Persen.

ISTIMEWA
Kepala Kanwil DJP Kepri, Cucu Supriatna, diwawancarai usai acara media gathering, Selasa (29/11/2022) sore. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jelang akhir tahun, penerimaan pajak di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sudah hampir mencapai seratus persen dari target yang ditetapkan.

Memasuki triwulan empat tahun 2022, jumlah penerimaan pajak yang dikumpulkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Kepri sudah mencapai hampir Rp 8 triliun, yakni 93,74 persen dari total target Rp 8,4 triliun.

Kepala Kanwil DJP Kepri, Cucu Supriatna, mengaku cukup optimis penerimaan pajak ini akan tercapai seratus persen hingga akhir tahun, sebab, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, penerimaan cenderung mengalami pertambahan di bulan Desember dari pajak-pajak yang dikumpulkan pemerintah daerah (pemda).

"Alhamdulillah, penerimaan kita dari tahun ke tahun, sejak 2019 sampai 2021, selalu tumbuh terus. Sekarang pertumbuhannya mencapai 36 persen," ujar Cucu, ketika diwawancarai usai acara Media Gathering di Kantor DJP Kepri, Lubuk Baja, Kota Batam, Selasa (29/11/2022) sore.

Realisasi capaian ini, menurutnya didorong oleh pertumbuhan ekonomi Kepri yang juga cenderung menanjak, yakni tumbuh sekitar 4,79 persen di tahun ini.

Selain itu, penerimaan pajak di Kepri juga tidak terpengaruh naik atau turunnya harga komoditas di pasar.

Pihaknya juga memandang kegiatan ekspor yang cenderung naik dapat semakin mendorong penerimaan pajak di Kepri.

Sementara itu, di periode yang sama (Januari hingga Oktober 2022), penerimaan pajak secara nasional sudah mencapai Rp 1.448,17 triliun, atau sekitar 97,52 persen dari target Rp 1.485 triliun, sesuai Perpres nomor 98 tahun 2022.

Tumbuh 51,8 persen, penerimaan pajak tahun ini ditopang oleh PPh Non Migas sebanyak Rp 784,4 triliun (104,7 persen dari target); PPh Migas sebesar Rp 67,9 triliun (105,1 persen dari target); PPN dan PPnBM sebesar Rp 569,7 triliun (89,2 persen dari target); dan PBB serta pajak lainnya sebesar Rp 26 triliun (80,6 persen dari target).

"Kinerja penerimaan pajak sangat baik sampai Oktober 2022. Ini masih dipengaruhi tren peningkatan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, basis rendah tahun 2021, serta implementasi UU HPP," jelas Direktur P2Humas DJP, Neilmaldrin Noor.

Ia juga menjelaskan, kebijakan reformasi perpajakan dinilai berdampak positif atas penerimaan pajak di tahun ini, contohnya terhadap PPN PMSE yang menambah penerimaan sebesar Rp 4,54 triliun hingga Oktober 2022.

Kemudian, dampak penyesuaian tarif PPN dari 10 persen ke 11 persen juga menambah penerimaan pajak, yang bertambah Rp 7,62 triliun di bulan Oktober 2022.

Sementara itu, capaian pajak kripto, yakni PPh 22 atas Transaksi Aset Kripto melalui PPMSE Dalam Negeri dan penyetoran sendiri mencapai Rp 91,4 miliar; sedangkan PPN Dalam Negeri atas pemungutan oleh non-bendaharawan mencapai Rp 99,71 miliar.

Kemudian, pajak fintech atau P2P Lending, yakni PPh 23 atas Bunga Pinjaman yang diterima wajib pajak dalam negeri mencapai Rp 101,39 miliar; dan PPh 26 atas Bunga Pinjaman yang diterima wajib pajak luar negeri mencapai Rp 47,21 miliar. ( TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved