Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Tak Hanya Kejari Batam, Kejati Jabar Tangani Korupsi Dana BOS Rp 22 Miliar

Kejari Batam dan Kejati Jabar sama-sama menangani dugaan korupsi dana BOS. Bedanya hanya pada jumlah tersangka dan taksiran kerugian Negara.

Istimewa
Ilustrasi Korupsi Dana BOS - Penyidik Kejari Batam dan Kejati Jabar sama-sama membongkar dugaan korupsi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 

BANDUNG, TRIBUNBATAM.id - Tidak hanya Kejari Batam, penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat atau Jabar juga membongkar dugaan korupsi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS.

Jika Kejari Batam menetapkan dua orang dalam dianggap bertanggung jawab dalam dugaan korupsi pengelolaan dana BOS di SMKN 1 Batam, Kejati Jabar menetapkan empat tersangka dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 22 miliar.

Sedikit berbeda dengan Kejati Jabar, Kejari Batam sebelumnya menetapkan eks Kepsek SMKN 1 Batam Lea Lindrawijaya Suroso serta bendahara BOS SMKN 1 Batam ketika itu, Wiswirya Deni kini menjalani sidang di PN Tanjungpinang.

Dugaan korupsi pengelolaan dana BOS di Batam pada 2017 hingga 2019 ditaksir membuat Negara merugi Rp 469 juta.

Yang terbaru, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar menerima penitipan pengembalian kerugian keuangan negara Rp 6,5 miliar, dari perkara korupsi di lingkungan Kemenag Jabar.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi PT Pegadaian di Batam, Oknum Pegawai Masih Bekerja

Uang Rp 6,5 miliar itu merupakan pengembalian dari Kelompok kerja madrasah (KKM) di lingkungan Kemenag Jabar.

Semuanya disimpan ke rekening penampungan khusus di Bank BRI Bandung.

Kepala Kejati Jabar, Asep N. Mulyana mengatakan, dalam perkara ini pihaknya sudah menetapkan empat orang tersangka dan memeriksa sebanyak 56 saksi dari Kelompok kerja madrasah/Tsanawiyah kota/kabupaten se-Jawa Barat dan pihak ketiga.

Adapun keempat tersangka masing-masing berinisial EH, berperan sebagai Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Tsanawiyah Provinsi Jawa Barat Tahun 2017/2018.

Tersangka kedua yakni AL, Bendahara Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah Provinsi Jawa Barat Tahun 2017/2018.

KORUPSI DANA BOS - Kejaksaan Tinggi atau Kejati Jabar menerima penitipan pengembalian kerugian keuangan negara Rp 6,5 miliar, dari perkara korupsi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS di lingkungan Kemenag Jabar.
KORUPSI DANA BOS - Kejaksaan Tinggi atau Kejati Jabar menerima penitipan pengembalian kerugian keuangan negara Rp 6,5 miliar, dari perkara korupsi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS di lingkungan Kemenag Jabar. (Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman.)

Kemudian MK eks Manager Operasional CV. Citra Sarana Grafika dan MSA Direktur CV. Arafah.

Keempatnya, kata Asep, diduga melakukan korupsi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Tsanawiyah untuk foto copy penggandaan soal ujian dan lembar jawaban ujian TO UAMBN, UM/USBN, PAT, DAN PAS MTS di lingkungan Kanwil Kemenag Jabar tahun anggaran 2017 dan 2018.

"Bahwa modus yang dilakukan oleh para tersangka adalah melakukan mark up biaya penggandaan soal ujian tersebut," ujar Asep, saat jumpa pers di Kantor Kejati Jabar, Kamis (1/12/2022).

Pengadaan di Tahun Anggaran 2017 dan 2018 tersebut, juga melibatkan pihak swasta yaitu CV. Arafah dan CV. Citra Sarana Grafika sebagai pihak ketiga.

"Bahwa Kegiatan tersebut bertentangan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7381 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Pada Madrasah Tahun Anggaran 2017," katanya.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS SMKN 1 Batam, Hakim Diminta Tolak Eksepsi Lea Lindrawijaya

Berdasarkan hasil perhitungan auditor, kata Asep, dugaan korupsi yang dilakukan para tersangka telah merugikan negara hingga Rp 22 miliar.

Keempat tersangka dijerat Pasal 2, Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(TribunBatam.id) (TribunJabar.id/Nazmi Abdurrahman)

Sumber: TribunJabar.id

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved