Breaking News:

UPAH PEKERJA

BURUH Demo di Kantor Walikota, Minta UMK Batam 2023 Naik 13 Persen Jadi Rp 5,3 Juta

Aliansi buruh di Batam menggelar demo di depan kantor Walikota minta kenaikan UMK Batam 2023 sebesar 13 persen.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Sejumlah serikat pekerja kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Senin (5/12/2022). 

BATAM,  TRIBUNBATAM.id - Sejumlah serikat pekerja kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Senin (5/12/2022).

Pada awal aksinya, di tengah panasnya terik matahari tak menghalangi mereka menyuarakan tuntutannya.

Beberapa lama kemudian, Batam diguyur hujan deras namun massa masih tetap bertahan sembari menunggu Perwakilan Buruh bertemu dengan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Mereka menuntut kenaikan upah sebesar 13 persen pada 2023 mendatang.

Perwakilan kaum buruh, diterima oleh Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad.

Para kaum buruh meminta kepada Pemko Batam agar kajian terkait Alfa, dibahas dengan teliti dalam memberikan rekomendasi. 

Pimpinan Cabang Elektronik FSPMI, Masrial, meminta kepada Wali Kota Batam, dalam memberikan rekomendasi ulang dan menarik rekomendasi sebelumnya dari Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Baca juga: BURUH Batam Demo Lagi, Tolak Rekomendasi UMK Batam 2023 Senilai Rp 4,5 Juta

Sesuai dengan usulan buruh dari hasil survei Kebutuhan Hidup Layak/ KHL (Permenaker 18/2020 = 64 item KHL) sebesar Rp 5.076.139 ditambah selisih upah 2021.

"Bisa saja Wali Kota merekomendasikan sesuai Permenaker 18/2022 dengan menggunakan 10 persen mengingat data inflasi (Y on Y) dari bulan Januari hingga Desember 2022," katanya.

Ia berharap pemerintah tidak hanya cari aman dalam memberikan rekomendasi, dalam rekomendasi itu, Pemko Batam memberikan Alfa terendah, dibandingkan dengan kota lain di Provinsi Kepri, sementara Batam merupakan barometer industri di Kepri.

"Kenapa kita bisa kalah dengan Provinsi lain, sementara Batam merupakan kota industri. Sebelum dikeluarkan rekomendasi, kita sudah sampaikan ke Wawako, paling tidak Pemko memberikan angka maksimal, sesuai permenaker. Tapi mereka tetap tidak memasukkan pada saat pembahasan di dewan pengupahan," paparnya.

Terpisah Ketua Cabang FSPMI kota Batam, Yafet Ramon mengaku sedang berada di Dompak. Membahas terkait kenaikan UMK Batam 2023.

Untuk UMK Batam, pasca kenaikan harga BBM awal September 2022, pihaknya melakukan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yaitu pada 15 dan 28 September 2022 berdasarkan Permenaker 18/2020.

"Kami lakukan survei di 7 pasar yang ada di Batam, yaitu Pasar Angkasa Bengkong, Botania 1, Aviari Batuaji, Fanindo Tanjunguncang, Pancur Sei Beduk dan Hypermart. Rata rata angka KHL adalah Rp 5.076.139. Lalu masih ada selisih upah 2021 yang digugat. Jadi tuntutan kami adalah sebesar Rp 5,3 juta," katanya. ( TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved