Breaking News:

DISKOMINFO NATUNA

Pemkab Natuna Gelar Rakor Tekan Kasus Stunting Libatkan Forum Lintas Agama

Bupati Natuna, Wan Siswandi sebut, keterlibatan tokoh agama dalam upaya penurunan angka stunting di Natuna sangat penting

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Muhammad Ilham
Bupati Natuna, Wan Siswandi saat memimpin rakor bersama Forum Lintas Agama dalam Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Natuna di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, Senin (5/12/2022). 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kabupaten Natuna menggelar rapat koordinasi Forum Lintas Agama dalam Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Natuna di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, Senin (5/12/2022).

Rapat dipimpin oleh Bupati Natuna, Wan Siswandi didampingi oleh Asisten I Pemkab Natuna, Khaidir dan dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta tokoh lintas agama.

Acara ini diisi oleh sejumlah nara sumber, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Natuna, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna dan Tim Pakar dari Dinas Kesehatan.

Pada kesempatan itu, Bupati Natuna, Wan Siswandi menyampaikan bahwa keterlibatan tokoh agama dalam upaya penurunan angka stunting sangat penting.

Karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga dapat melakukan sosialisasi, pendidikan dan pembinaan dengan mudah.

Baca juga: Pemko Tanjungpinang Targetkan Kasus Stunting Turun 14 Persen Tahun 2024

"Jadi kami berkoordinasi dengan papak ibu tokoh agama karena seluruh tokoh agama memiliki jemaah dan peranan penting dalam rangka menurunkan angka stunting di Natuna," kata Wan Siswandi.

Kemudian, ia memaparkan upaya-upaya yang sudah dilakukan pemerintah dalam penurunan angka stunting.

Di antaranya peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, menyediakan perawat gizi, suplai vitamin, gizi dan lain sebagainya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah saat memaparkan jumlah kasus stunting di Natuna dalam rapat di Kantor Bupati, Senin (5/12/2022)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah saat memaparkan jumlah kasus stunting di Natuna dalam rapat di Kantor Bupati, Senin (5/12/2022) (tribunbatam.id/Muhammad Ilham)


Selanjutnya dari sisi sarana dan infrastruktur, di antaranya peningkatan layanan air bersih dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara komunal untuk mendukung kebersihan dan kesehatan lingkungan.

"Tapi karena ini menyangkut banyak pihak, maka kami mencoba melibatkan tokoh agama untuk peningkatan perannya. Mudah-mudahan kita dapat sumbangan pikiran dan ide untuk melengkapi program pemerintah yang sudah ada," harapnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Natuna, Budi melalui zoom mengatakan, untuk menekan angka stunting di Natuna pihaknya dari Kementerian Agama akan terlibat secara langsung.

Menurutnya, untuk mencegah stunting Kemenag telah melakukan beberapa tindakan. Pertama melalui aturan usia menikah yang sebelumnya hanya 16 tahun kini menjadi 19 tahun.

"Sekarang usia menikah bagi laki-laki dan perempuan sudah 19 tahun yang sebelumnya hanya 16 tahun. Ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan," jelas Budi melalui Zoom.

Meski begitu lanjut Budi, peranan Kemenag melalui KUA hanya sebatas administrasi atau pencatatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved