Breaking News:

PEMBUNUHAN BRIGADIR J

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Dibohongi Ferdy Sambo Saat Penghadapan

Ferdy Sambo membantah menembak ajudannya tersebut saat menghadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 9 Juli 2022 lalu. 

Editor: Eko Setiawan
(ISTIMEWA // Tribunnews.com/ Naufal Lanten)
KOLASE TRIBUNNEWS.COM: Bharada E setelah menjalani pemeriksaan di kantor Komnas HAM, Selasa (26/7/2022) // Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers setelah rapat dengan Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II,// (kiri) dan Irjen Ferdy Sambo (kanan). 

TRIBUNBATAM.id, Jakarta - Ferdy sambo berkata bohong kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ketika menghadap usai penembakan.

Pernyataan tersebut diungkap oleh Mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Hendra Kurniawan.

Hendra mengatakan Ferdy Sambo mengaku tak menembak Brigadir Nofriansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. 

Kebohongan itulah yang disampaikan Ferdy Sambo ke Kapolri.

Ferdy Sambo membantah menembak ajudannya tersebut saat menghadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 9 Juli 2022 lalu. 

Pernyataan itu diungkap Hendra Kurniawan di persidangan di mana Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi duduk sebagai terdakwa, Selasa (6/12/2022).

Baca juga: OJK Luncurkan Aplikasi iBPR-S, Permudah Akses Produk dan Layanan BPR atau BPRS

Baca juga: Terjadi Kesialan, 5 Arti Kedutan Mata Kanan dan Kiri Menurut Primbon Jawa

Pertemuan itu terjadi pasca-terjadinya peristiwa penembakan teradap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Hendra mengatakan, saat menghadap Kapolri, Ferdy Sambo juga mengumpulkan jajarannya. 

"Saya sudah menghadap Kapolri," kata Hendra Kurniawan, menirukan ucapan Sambo, dikutip dari tayangan YouTube KompasTv. 

Kemudian saat itu, Kapolri bertanya kepada Ferdy Sambo apakah ikut menembak Brigadir J atau tidak. 

"Kamu nembak enggak, bo?"

Saat itu, Ferdy Sambo tidak mengaku bahwa dirinya turut menembak Brigadir J.

"Dijawab, saya enggak nembak. Kalau saya nembak, pecah," kata Ferdy Sambo pada Kapolri, sebagaimana diceritakan Hendra. 

Kemudian Ferdy Sambo juga berdalih, jika dirinya yang menembak, maka tak mungkin dilakukan di rumah dinasnya di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved