Rabu, 27 Mei 2026

INFO CUACA

Gempa Sukabumi, Polisi Minta Nelayan Tak Paksakan Melaut

Polisi meminta nelayan tak memaksakan melaut meski gempa Sukabumi pada Kamis (8/12/2022) pagi menurut BMKG tak berpotensi tsunami.

Tayang:
TribunBatam.id via TribunJabar.id/Dian Herdiansyah
GEMPA SUKABUMI - Sejumlah pelajar Yayasan Arifaiyah Kebonpedes Kabupaten Sukabumi yang sedang belajar di kelas berhamburan keluar menyelamatkan diri setelah gempa bumi magnitudo 5,8 mengguncang wilayah itu pada Kamis (8/12/2022) pagi. 

SUKABUMI, TRIBUNBATAM.id - Kasatpolair Polres Sukabumi meminta warga untuk sementara tak berenang di laut setelah gempa Sukabumi terjadi pada Kamis (8/12/2022) pagi.

Seruan ini disampaikan Kasatpolair Polres Sukabumi, AKP Tenda Sukendar meski gempa Sukabumi magnitudo 5,8 yang berpusat di Kota Sukabumi tak berdampak pada kondisi pantai dan laut.

Ia memastikan area Pantai Pelabuhanratu, khususnya di pantai sepanjang Kabupaten Sukabumi normal setelah gempa Sukabumi.

Gempa Sukabumi terjadi setelah 18 hari terjadi gempa bumi di Cianjur pada Senin (21/11/2022).

"Alhamdulillah pascagempa untuk kawasan pantai Palabuhanratu, khususnya di pantai sepanjang Kabupaten Sukabumi normal. Saya juga memonitor dari BMKG bahwa gempa itu tidak berpotensi tsunami," ujarnya, ditemui di Mako Satpolair Polres Sukabumi, Jalan Raya Citepus, Palabuhanratu.

Baca juga: JUMLAH Donasi Batam Peduli Bencana Gempa Untuk Cianjur Capai Rp 653 Juta

Berdasarkan data BMKG, gempa bumi pagi tadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi atau patahan batuan dalam Lempeng Indo-Australia.

Sebab itu, Kasatpolair memastikan hal itu tidak berdampak, tapi pihaknya mengimbau agar nelayan tidak memaksakan melaut dalam kondisi saat ini, ditambah cuaca yang tidak menentu.

"Sesuai dengan perkiraan BMKG juga titik gempanya terjadi di Sukabumi Kota, tetapi dari dampak lempengan Indo Australia, Alhamdulillah tidak berdampak.

"Untuk antisipasi saya mengimbau nelayan untuk tidak memaksakan melaut dalam kondisi saat ini," ucap AKP Tenda.

Kasatpolair juga mengimbau agar wisatawan yang berlibur di pesisir pantai Sukabumi untuk tidak berenang di laut.

Menjelang weekend, kawasan pantai di Sukabumi biasanya menjadi incaran wisawatan, terutama pantai Palabuhanratu.

Baca juga: GALANG Dana untuk Korban Gempa Cianjur, Kadisbudpar Nyanyikan Andai Aku Bisa

"Untuk wisatawan silakan saja berlibur ke pantai Palabuhanratu, tapi kami mengimbau untuk tidak berenang di laut," kata Tenda.

DAMPAK Gempa Sukabumi

Satu unit rumah di Kampung Panagan RT. 05, /09, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ambruk akibat guncangan gempa bumi 5,8 magnitudo, Kamis (8/12/2022).

Rumah tersebut tiba-tiba ambruk saat terjadi gempa pada pukul 07.50 WIB, namun beruntung penghuni rumah menyelamatkan diri lebih awal.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Ciambar, Dedi Supianto mengatakan, kerusakan rumah tersebut hanya sebagian bangunan saja milik warga bernama Iis yang dihuni tiga orang.

Baca juga: Buruh Bangunan di Sukabumi Lolos dari Ular Sanca Batik 3 Meter, Nyaris Dimangsa Saat Perbaiki Toilet

"Alami kerusakan dinding kamar tidur dan kamar mandi roboh. Saat ini kami sedang lakukan penangana di lokasi," ungkapnya.

Dampak gempa juga menyebabkan kerusakan rumah di Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Kampung Bojongkawung, RT.01/08 Desa Giri jaya.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Micky mengatakan, ada dua rumah yang mengalami kerusakan diantaranya milik Cepi dan Babas.

"Keduanya rusak ringan, tidak ada korban jiwa. Saat ini sedang dilakukan evakuasi materila reruntuhan," singkatnya.

Sebelumnya, gempa M 5,8 yang berada 22 Kilometer dari Kota Sukabumi, kedalaman 104 Km, dirasakan di Rancaekek IV MMI, Lembang, Bogor, Bandung, Pangandaran, Padalarang, Pamoyanan, Sumedang, dan Cianjur.

Kemudian III MMI, Cisolok, Sumur, Sukabumi,Jakarta Selatan, Garut, Bekasi dan Tangerang Selatan.(TribunBatam.id) (TribunJabar.id/M Rizal Jalaludin/Dian Herdiansyah)

Sumber: TribunJabar.id

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved