Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Polda Kepri Bidik Pelaku Lain Kasus Dugaan Korupsi Dispora Kepri, Ada 1 Klaster Lagi

Wadir Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Nugroho sebut, Polda Kepri akan usut tuntas dugaan kasus korupsi yang terjadi di Dispora Pemprov Kepri

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
ISTIMEWA
Polda Kepri tangkap empat tersangka kasus korupsi dana hibah Dispora Kepri klaster kedua di Tanjungpinang 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Kepri terus mendalami kasus dugaan korupsi di tubuh Dispora Pemprov Kepri.

Setelah menangkap empat tersangka dalam kluster kedua, Kamis (8/12/2022), Subdit Tipikor masih terus membidik tersangka lainnya.

Bahkan penyidik Polda Kepri sudah membuat rencana terkait pengungkapan kasus di klaster ketiga.

Itu dilakukan untuk mempermudah pengusutan keterlibatan setiap pelaku kasus dugaan korupsi dana hibah tahun anggaran 2020 di tubuh Dispora Pemprov Kepri.

Wadir Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Nugroho mengatakan, Polda Kepri akan mengusut tuntas dugaan kasus korupsi yang terjadi di Pemprov Kepri itu.

Bahkan untuk mempermudah langkah penyidikan, Polda Kepri telah membaginya dalam beberapa klaster.

Baca juga: Empat Mantan Aktivis Mahasiswa di Tanjungpinang Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dispora

Pada klaster pertama, Polda Kepri telah menetapkan enam tersangka.

Namun baru lima yang diamankan pada bulan Agustus 2022 lalu.

Mereka yakni, Tri Wahyu Widadi alias Wahyu (44), Suparman (35), Mustofa Sasang (33), Arif Agus Setiawan (27), Muhammad Irsyadul Fauzi (33) sedangkan tersangka Acin masih DPO.

Tak lama setelah pengusutan pada klaster pertama, empat bulan kemudian Subdit Tipikor Polda Kepri menangkap empat tersangka lainnya.

Empat tersangka ini masuk dalam klaster kedua yang ditangkap pada Kamis (8/12/2022).

Wadir Nugroho menyampaikan, modus dan motif yang dilakukan pasa klaster pertama dan kedua hampir sama.

Yang membedakan, pada klaster pertama dalang otak pelaku Tri Wahyu Widadi terlebih dahulu ditangkap.

Sedangkan empat pelaku pada klaster kedua merupakan pelaksana teknis meliputi, menyusun proposal dan membuat laporan fiktif untuk menyerap anggaran.

Baca juga: KASUS Dugaan Korupsi Dispora Kepri, Polda Kepri Kembali Tangkap 4 Tersangka 

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved