Breaking News:

UPAH PEKERJA

Protes UMK Batam 2023 Hanya Rp 4,5 Juta, Buruh di Batam Berencana Mogok Kerja

Serikat pekerja menilai UMK Batam 2023 yang ditetapkan pemerintah lebih rendah dari biaya hidup di Batam.Karena itu, pihaknya akan lakukan aksi protes

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
Potret perwakilan serikat pekerja saat mengawal proses pembahasan UMK Batam 2023 di depan Gedung Graha Kepri, Batam Center, Jumat (2/12/2022). Ketua KC FSPMI Kota Batam Yafet Ramon sebut, pihaknya tetap akan melakukan aksi protes seperti rencana mogok kerja terkait UMK Batam 2023 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepri, Ansar Ahmad telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) resmi perihal Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2023.

UMK Batam 2023 itu sesuai dengan rekomendasi Wali Kota Batam, Muhammad Rudi yakni sebesar Rp 4.500.440 atau mengalami kenaikan Rp 314.081 atau 7,5 persen.

Penetapan UMK ini sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 18 tahun 2022.

Selanjutnya, UMK Batam 2023 ini mulai berlaku Januari mendatang.

Diketahui, penetapan UMK Batam 2023 ini tidak sesuai dengan tuntutan buruh beberapa waktu lalu yaitu Rp 5,3 juta.

Dimintai tanggapannya, Ketua KC FSPMI Kota Batam Yafet Ramon memberikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah menetapkan UMK Batam berdasarkan Permenaker Nomor 18 Tahun 2022, dan bukan berdasarkan PP Nomor 36 tahun 2021.

Dalam pembahasan UMK ini, buruh sudah berusaha memberikan gambaran, dan hasil survei yang dilakukan terhadap harga barang komoditi atau survei kelayakan hidup di beberapa pasar.

Baca juga: UMK Batam 2023 Naik Jadi Rp 4,5 Juta, Seperti Ini Tanggapan Anggota DPRD Batam

Berdasarkan hasil survei tersebut didapati angka kebutuhan di Batam berada di angka Rp 5 juta lebih. Makanya, buruh menuntut kenaikan upah di angka Rp 5,3 juta.

Namun Gubernur Kepri pada akhirnya menetapkan UMK Batam 2023 sebesar Rp 4,5 juta, sama dengan rekomendasi Wali Kota Batam.

Menyikapi hal ini, pihaknya tetap akan melakukan aksi protes seperti rencana mogok kerja.

"Upah ini lebih rendah dari biaya hidup di Batam. Kami berharap tahun 2024 penetapan upah sama, tidak mengacu pada PP 36/2021," ujarnya.

Yafet meminta selisih kepada pengusaha di internal pabrik masing-masing.

Baca juga: UMK Batam 2023 Naik Rp 314 Ribu, Tak Sesuai Harapan Pengusaha dan Pekerja

Untuk pekerja di atas 1 tahun dalam surat keputusan (SK) belum ada kejelasan.

Hal itu berarti akan dikembalikan kepada internal masing-masing perusahaan.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya juga akan melakukan survei KHL (64 item).

Hal ini untuk memberikan gambaran terkait biaya hidup di Batam yang dinilai cukup tinggi, dan harus sebanding dengan upah yang diterima buruh. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved