Breaking News:

UPAH PEKERJA

UMK Batam 2023 Naik Jadi Rp 4,5 Juta, Seperti Ini Tanggapan Anggota DPRD Batam

Anggota Komisi II DPRD Batam, Rahmad menilai, terkait UMK bukan soal nilai yang ada. Tetapi bagaimana peran Pemko Batam untuk kendalikan harga bapok

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Anggota Komisi II DPRD Batam, Rahmad, saat diwawancarai Tribun Batam, Jumat (9/12/2022) terkait UMK Batam 2023 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Upah Minimum Kota (UMK) Batam tahun 2023 naik 7,50 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp 4.500.440.

Kenaikan ini menyusul penetapan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, yang berpedoman pada Permenaker Nomor 18 Tahun 2022 tentang Upah Minimum Tahun 2023.

Hal ini pun menimbulkan polemik di kalangan pengusaha dan para pekerja.

Pasalnya, angka Rp 4,5 juta tersebut tak sesuai dengan permintaan dari kedua belah pihak.

Dimintai tanggapannya, Anggota Komisi II DPRD Batam, Rahmad menilai, jika angka tersebut sudah sesuai. Tentunya dengan mempertimbangkan banyak hal.

"Menurut saya, [nilai UMK] memang harus disesuaikan dengan kebutuhan hidup masyarakat. Kalau terlalu rendah, kasihan juga masyarakat. Kalau terlalu tinggi juga berpengaruh ke investasi di Batam," ujarnya saat diwawancarai Tribun Batam, Jumat (9/12/2022).

Dikhawatirkan perusahaan tidak mampu untuk membayar dan memilih hengkang dari Batam.

Baca juga: UMK Batam 2023 Ditetapkan Rp 4,5 Juta, Pengusaha Ajukan Gugatan ke MA

Menurut politisi asal Partai Golkar ini, terkait UMK bukan soal nilai yang ada. Namun, bagaimana Pemerintah Kota Batam dapat segera mengendalikan harga bahan pokok menyusul kenaikan UMK.

"Karena upah tinggi tapi harga bahan pokok naik terus akan mempengaruhi daya beli juga. Apalagi jelang Natal dan Tahun Baru. Sering terjadi harga bahan pokok naik," katanya lagi.

Ia berharap, seluruh pihak dapat memahami perihal kenaikan ini. Sehingga, tak terjadi polemik berkepanjangan ke depan yang dapat menganggu stabilitas di Batam.

"Pemerintah juga harus segera turun ke lapangan untuk mengatasi gejolak perihal kenaikan harga bahan pokok. Kalau tidak kewalahan. Tanpa ada kontrol pemerintah, harga bakal naik terus. UMK naik tapi harga kebutuhan pokok membumbung tinggi percuma saja," pungkasnya.

Baca juga: DAFTAR Nilai UMK Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepri 2023, Termasuk UMK Batam

Senada, Anggota DPRD Batam lainnya, Udin P. Sihaloho, meminta agar kondusivitas Batam dapat terjaga menyusul kenaikan UMK saat ini.

"Kita harus menjaga bagaimana kondusivitas investor yang bakal berinvestasi di Batam. Apa kita tidak bosan ribut terus soal ini [UMK]? Kapan Batam bisa maju, kapan kita bisa mengentaskan angka kemiskinan dan mengurangi tingkat pengangguran," ujarnya kepada Tribun Batam. (tribunbatam.id/ichwannurfadillah)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved